Breaking News:

Fakta Oknum Brimob Cabuli Anak di Bawah Umur, Beralasan Ingin Mandikan Korban saat Ibunya Tak Ada

Seorang oknum Brimob di Maluku berinisial JSW divonis lima tahun penjara oleh majelis hakim pengadilan Negeri Ambon, Kamis (3/6/2021).

Tribun Jogja/Suluh Pamungkas
ILUSTRASI pencabulan 

TRIBUN-PAPUA.COM - Seorang oknum Brimob di Maluku, JSW, melakukan pencabulan terhadap seorang bocah perempuan yang masih di bawah umur.

Tindakan pencabulan terhadap anak di bawah umur itu dilakukan di tempat indekos, pada 23 Juli 2020 lalu.

Diketahui, oknum brimob tersebut memang tinggal bersama dengan korban.

Saat kejadian itu, ibu korban sementara pergi ke Desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon, untuk mengantarkan barang jualan.

Baca juga: KKB Lekagak Telenggen Jadi Dalang di Balik Tewasnya 4 Warga Sipil dan Pembakaran Bandara Ilaga

Baca juga: Setelah Kemenangan atas Persik Kediri, Persipura Jayapura Siap Bertolak ke Jakarta Lawan Persita

Lalu JSW membawa korban ke dalam kamar mandi untuk memandikannya, saat itulah terdakwa mencabuli korban.

Kasus ini akhirnya terbongkar dan dilaporkan ke polisi setelah korban menceritakan perbuatan tersebut kepada ibunya.

Kini, JSW memang telah ditangkap dan divonis lima tahun penjara oleh majelis hakim pengadilan Negeri Ambon, Kamis (3/6/2021).

Selain dihukum lima tahun penjara, dalam sidang tersebut, terdakwa juga diminta untuk membayar denda sebesar Rp 500 juta subsider dua bulan penjara.

"Terdakwa terbukti bersalah untuk itu kepada yang bersangkutan dihukum selama lima tahun penjara dan denda sebesar Rp 500 juta subsider dua bulan kurungan," ucap ketua majelis hakim, Lucky Rombot Kalalo, saat membacakan amar putusan.

Baca juga: Alasan Oknum Anggota Brimob Kabur saat Ditugaskan ke Papua, Ditangkap saat Mau Check-in dari Bandara

Baca juga: Viral Video Beberapa Ambulans Antre di Depan IGD, Pihak RSUD Al Ihsan: Tidak Semua Kasus Covid-19

Majelis hakim menyatakan, terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melanggar Pasal 82 Ayat (2) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU.

Baca juga: Minta KKB Sampaikan Keluhan pada Pemerintah, Bupati Puncak: Nyawa Orang Tak Bisa Diambil Siapa pun

Dalam pertimbangan hakim, disebutkan perbuatan terdakwa telah mengakibatkan trauma dan rasa malu terhadap korban dan keluarganya.

Putusan majelis hakim juga masih lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Ambon, Junet Pattiasina, yang sebelumnya meminta hakim agar menghukum terdakwa tujuh tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider dua bulan kurungan.

Atas putusan majelis hakim itu, terdakwa melalui penasihat hukumnya Robert Lesnussa menyatakan masih pikir-pikir.

Majelis hakim lantas memberikan waktu selama tujuh hari bagi terdakwa untuk mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya atau menerima putusan.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Cabuli Bocah Perempuan, Oknum Brimob Divonis 5 Tahun Penjara

Editor: Claudia Noventa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved