Breaking News:

KKB Papua

Jenazah Warga Sipil yang Ditembak KKB Tiba di NTT, Keluarga Baru Tahu Sehari sebelum Kedatangan

Kapolres Alor AKBP Agustinus Christmas mengatakan jenazah Habel diantar menggunakan pesawat carteran Dimonim Air.

Editor: Claudia Noventa
(Polres Puncak)
Jenazah Habel Halenti (30) saat dievakuasi ke Puskesmas Ilaga, Kamis (3/6/2021). - Update, Jenazah Habel Halenti (30), akhirnya tiba di kampung halamannya, di Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (6/6/2021) pagi. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Jenazah Habel Halenti (30), akhirnya tiba di kampung halamannya, di Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (6/6/2021) pagi.

Diketahui, Habel Halenti merupakan warga sipil yang ditembak mati anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Eromaga, Distrik Omukia, Puncak, Papua, pada Kamis (4/6/2021) lalu.

Kapolres Alor AKBP Agustinus Christmas mengatakan jenazah Habel diantar menggunakan pesawat carteran Dimonim Air.

"Jenazah baru saja tiba di Bandara Mali (Kabupaten Alor) tadi pagi sekitar pukul 09.30 WITA,"kata Agustinus saat dihubungi Kompas.com.

Jenazah Habel Helenti (30) saat tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika setelah dibawa menggunakan pesawat berbadan kecil dari Bandara Aminggaru, Ilaga, Sabtu (5/6/2021).
Jenazah Habel Helenti (30) saat tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika setelah dibawa menggunakan pesawat berbadan kecil dari Bandara Aminggaru, Ilaga, Sabtu (5/6/2021). (IRSUL PANCA ADITRA)

Baca juga: Kabur saat Bertugas di Papua, Oknum Brimob Polda Sumbar Diamankan di Bandara

Baca juga: Setelah KKB Lakukan Teror Beruntun hingga Bunuh Warga, TNI-Polri Perkuat Keamanan di Ilaga

Jenazah Habel Halenti pun dijemput oleh sejumlah keluarga dan kerabat untuk dibawa ke kampung halamannya di RT 8 RW 4, Dusun 2 Desa Lawahing, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor.

Dihubungi terpisah Sekretaris Camat Kabola Charles Bainkabel mengatakan, keluarga Habel di Desa Lawahing, baru mengetahui kabar duka itu.

"Kemarin saya langsung bertemu keluarganya di kampung dan mereka baru dapat informasi meninggalnya Habel kemarin pagi," ungkap Charles.

Menurut Charles, penyebab keluarga terlambat mendapat informasi, karena tidak ada jaringan telepon seluler di desa tersebut.

Kedua orangtua Habel, diketahui sudah lama meninggal dunia.

Charles mengaku, bersama Kapolsek dan Danramil serta keluarga menjemput kedatangan jenazah Habel.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved