PON XX Papua

Arie Kriting Tuai Hujatan karena Kritik Ikon PON Papua, Ernest Prakasa: Dia Bukan Nyerang Nagita

Ernest Prakasa ikut menanggapi soal polemik statement komika Arie Kriting terkait penunjukan Nagita Slavina dan Raffi Ahmad sebagai Ikon PON XX Papua.

(KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG)
Ernest Prakasa ikut menanggapi soal polemik statement komika Arie Kriting terkait penunjukan Nagita Slavina dan Raffi Ahmad sebagai Ikon PON XX Papua. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Selebriti Ernest Prakasa ikut menanggapi soal polemik statement komika Arie Kriting terkait penunjukan Nagita Slavina dan Raffi Ahmad sebagai Ikon PON XX Papua. 

Sebelumnya, netizen salah memahami dan justru menyerang Arie Kriting yang disebut mengkritik Nagita Raffi Ahmad, bukan tentang ikon PONnya.

Menurut Ernest, Arie Kriting bahkan tidak ada niat buruk sama sekali membahas personal pasangan Raffi dan Nagita.

Ernest menjelaskan dalam Instagram storiesnya, bahwa Arie Kriting hanya bermaksud menyampaikan aspirasinya mewakili para perempuan Papua.

Baca juga: Ramai Diperbincangkan Nagita Slavina Jadi Ikon PON XX Papua, Apa Beda Duta dan Ikon?

Suami dari Meira Anastasia itu menganggap wajar apabila Arie melakukan protes kepada pihak penyelenggara acara terkait pemilihan ikon PON XX Papua ini.

"@arie_kriting itu membahas soal keputusan pemerintah memilih orang non-Papua sebagai icon PON Papua, bukan menyerang Nagita Slavina secara personal," tulis Ernest Prakasa, Jumat (4/6/2021).

Ernest Prakasa 050549
Story Instagram Ernest Prakasa.

Ernest menegaskan konteks yang dibicarakan Arie Kriting soal permasalahan ini sudah sangat jelas.

Ia heran dengan pihak-pihak yang malah sengaja memperkeruh suasana.

"Udah cukup jelas konteksnya, kenapa jadi dikompor-komporin sih katro banget," jelasnya.

Baca juga: Minta Warga Tak Terpancing soal Polemik Nagita Jadi Duta PON XX, PB PON: Boaz Sollosa Wakilkan OAP

Komentar Ernest ini merupakan buntut dari Arie Kriting yang menuliskan tentang keresahannya di Instagram beberapa waktu lalu.

Dalam tulisannya, Arie merasa Nagita Slavina kurang sesuai merepresentasikan sosok asli Papua dalam ajang PON XX Papua.

"Penunjukan Nagita Slavina sebagai Duta PON XX Papua ini memang pada akhirnya dapat mendorong terjadinya Cultural Appropriation. Seharusnya sosok perempuan Papua, direpresentasikan langsung oleh perempuan Papua," kata Arie.

Arie Kriting ketika ditemui di M Bloc, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (12/4/2021) malam.
Arie Kriting ketika ditemui di M Bloc, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (12/4/2021) malam. (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

"Tapi kita juga menyadari bahwa kapabilitas Kak Nagita dalam membawa misi sosialisasi untuk PON XX Papua ini sangat dibutuhkan," tambahnya.

Maka itu, Arie menyarankan untuk mengganti Nagita Slavina dengan sosok perempuan asli Papua.

Tetapi Arie juga menuturkan bahwa peran Nagita sangat dibutuhkan akan hal ini, ia memberi solusi bahwa orangtua Rafathar itu bisa menjadi sahabat duta PON XX Papua.

"Solusi dari saya, Duta PON XX Papua harus tetap perempuan Papua. Angkat lagi salah satu sosok perempuan Papua, @mikhelia atau @nereputri atau siapa yang dirasa memadai," kata Arie.

"Tokoh Perempuan Papua ini bisa mendampingi kaka Boaz Solossa sebagai Duta PON XX Papua," jelasnya.

Berita PON Papua lainnya

(*)

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved