Breaking News:

Telkom Janjikan Pemulihan Jaringan Kabel Laut Ruas Biak-Jayapura Selesai dalam Waktu 1-2 Hari

Direktur Utama PT Telkom, Ririek Adriansyah menjanjikan proses pemulihan jaringan yang terputus akan selesai dalam waktu satu hingga dua hari.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
PT Telkom
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) telah memberangkatkan Cableship DNEX Pacific Link (DPL) yang akan melakukan penyambungan kabel laut SMPCS ruas Biak-Jayapura. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Direktur Utama PT Telkom, Ririek Adriansyah menjanjikan proses pemulihan jaringan yang terputus pada 30 April lalu akan selesai dalam waktu satu hingga dua hari ke depan.

Sebelumnya, diberitakan kabel laut Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) ruas Biak-Jayapura terputus hingga mengganggu jaringan di beberapa wilayah Papua.

"Insya Allah dalam waktu satu atau dua hari ini bisa selesai dan kabel bisa recovery beroperasi normal kembali seperti biasanya," ujar Ririek dalam jumpa pers yang digelar virtual, Senin.

Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan sejumlah tahapan yang dilakukan Telkom dalam proses pemulihan jaringan tersebut.

Baca juga: Ungkap Kendala Perbaikan Kabel Laut yang Putus Jaringan Internet, Menkominfo: Masih Butuhkan Waktu

Tahapan pertama yakni menyiapkan kapal untuk proses penggelaran kabel. Persiapan tersebut membutuhkan waktu 18 hari (1-18 Mei), meliputi penyelesaian urusan perizinan, pengisian BBM, penyiapan peralatan, hingga menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang bertugas.

Selanjutnya pada 19 Mei kapal yang bersandar di Makassar tersebut mulai melakukan perjalanan menuju Jayapura. Proses perjalanan tersebut memakan waktu hingga 11 hari.

"Kemudian dari akhir Mei sampai hari ini, itu adalah proses penyiapan untuk penyambungannya," kata Ririek.

Selama proses penyambungan tersebut, lanjut Ririek, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi, mulai dari tersangkutnya kabel saat akan ditarik ke permukaan hingga cuaca ekstrem yang melanda dalam beberapa hari terakhir.

"Itu yang kemudian menghambat juga proses pemulihan," ucap Ririek.

Lebih lanjut, Ririek juga menyampaikan rencana jangka panjang yang dilakukan Telkom di Papua, yakni dengan membangun jalur baru Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Jayapura-Sarmi-Waisai.

Baca juga: Hilangnya Internet di Jayapura Buat Warga Merasa seperti Hidup 10 Tahun Lalu: Aktivitas Terbatas

Proyek yang membentang sepanjang 1.141 KM tersebut sedang dalam proses pengerjaan dan ditargetkan selesai pada kuartal pertama tahun 2022.

Sebelumnya, terjadi gangguan telekomunikasi di Jayapura akibat Sistem Komunikasi Kabel Laut milik PT Telkom ruas Biak-Jayapura putus pada 30 April lalu.

Dari hasil investigasi sementara, putusnya kabel laut tersebut diakibatkan oleh faktor alam.

Total kapasitas yang terdampak akibat putusnya jaringan kabel laut tersebut sebesar 154 Gbps. Adapun total trafik normal seluruh Papua sebesar 464 Gbps.

Sebanyak empat wilayah mengalami gangguan layanan, yakni di Jayapura, Abepura, Sentani, dan Sarmi.

Sebagai mitigasi jangka pendek, Telkom menyediakan kapasitas link back up sebesar 4,7 Gbps, ditunjang dari pemanfaatan link satelit sebesar 2.662 Mbps, radio long houl Palapa Ring Timur 500 Mbps, dan radio long houl Sarmi-Biak 1.600 Mbps.

Berita jaringan lainnya

(Antara)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved