Breaking News:

Ada Dugaan Pajak Negara Bocor hingga Rp 30 M, Wali Kota Sorong: Ini yang Bodoh Saya atau Pengusaha

Pemerintah Daerah Kota Sorong, Papua Barat melakukan peninjauan ada dugaan kebocoran pembayaran pajak negara di Kota Sorong.

(Fabian Januarius Kuwado)
Wali Kota Sorong Lambert Jitmau 

TRIBUN-PAPUA.COM - Pemerintah Daerah Kota Sorong, Papua Barat melakukan peninjauan ada dugaan kebocoran pembayaran pajak negara di Kota Sorong, yang diduga berjumlah sampai miliaran rupiah.

Pemda Sorong perwakilan KPK dan Dirjen Kementerian Perikanan dan Kelautan pun meninjau lapangan ke lima perusahaan galian C di Kelurahan Saoka Distrik Maladumes, Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (8/6/2021).

Wali Kota Sorong Lambert Jitmau sangat prihatin dengan adanya dugaan kebocoran pajak negara. Lebih-lebih nilainya sangat besar.

Baca juga: Peringati Hari Pancasila, TNI Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis untuk OAP di Perbatasan RI-PNG

Pemkot Sorong telah bekerjasama dengan KPK untuk menelusuri pembayaran aliran pajak negara itu.

"Kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Sorong semakin tinggi, tidak tau yang bodok (bodoh) ini saya atau staf saya atau ka pengusaha galian C yang nakal," ujar Lambert Jitmau di Kantor Walkota Sorong, Kamis pagi (10/6/2021).

Sementara perwakilan Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) Dian Patria menjelaskan, pihaknya akan melibatkan lintas kementrian KKP, LHK, BPN dan KSOP untuk menelusuri dugaan bocornya pajak negara ke lima perusahaan galian C.

Mereka sekaligus akan menyelidiki dampak pencemaran lingkungan yang terjadi di kawasan Pantai Saoka.

Dian memastikan, seluruh volume angkutan galian C yang melintas harus melaporkan muatannya untuk meminta data tingkatan terkahir.

Baca juga: Sebar Hoaks Bernada Kebencian, Aktivis KNPB di Merauke Ditangkap Satgas Siber Nemangkawi

"Pemkot Sorong harus mengambil peran leadership tidak boleh lagi ada pembiaran terlalu lama, istilah orang bangun siang terus. mari kita bangun pagi ubah semuanya mari kerja yang benar seperti pajak galian C yang diduga kebocoran ditaksir hitungan kasar mencapai 30 miliar." ujar Dian Patria.

Beroperasinyya lima perusahaan galian C tersebut juga diduga menimbulkan pencemaran air laut.

Direktur Sumber Daya Kementerian Perikanan dan Kelautan Eko Rudianto mengatakan, belum memastikan pencemaran air laut dari galian C.

Pihaknua masih melakukan penelitian untuk mengetahui hal tersebut.

"Adanya dugaan pencemaran lingkungan laut masih dalam dugaan dan perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut."kata Edo Rianto. (*)

Berita Papua Barat lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dugaan Kebocoran Pajak Negara hingga Rp 30 Miliar, Wali Kota Sorong: Tak Tahu yang Bodoh Saya atau Pengusaha yang Nakal"

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved