Breaking News:

Gadis Cilik 11 Tahun Saksikan Kakaknya Dikubur Hidup-hidup, Pelaku Punya Dendam ke Orangtua Korban

Sepasang suami istri di Kota Pekanbaru tega menganiaya dua keponakannya hinga satu di antaranya tewas dengan kondisi mengenaskan.

Tribun Pekanbaru
Kapolres Kuansing AKBP Henky Poerwanto SIK MM pimpin konferensi pers terkait pembunuhan terhadap seorang anak perempuan berusia 13 tahun, Selasa (8/6/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Sepasang suami istri di Kota Pekanbaru tega menganiaya dua keponakannya hingga satu di antaranya tewas dengan kondisi mengenaskan.

Jajaran Polres Kuantan Singingi (Kuansing) Riau lantas membawa korban selamat, AL (11)  ke psikolog di Kota Pekanbaru.

Tujuannya untuk mengetahui kondisi psikologis si korban yang sudah cukup lama mendapat dera dan siksaan baik secara fisik maupun mental.

Gadis cilik berusia 11 tahun itu juga menjadi saksi penganiaayaan yang juga diterima sang kakak berinisial ML hingga tewas dengan cara mengenaskan, dimasukkan dalam karung dan dikubur hidup-hidup.

"Yang adiknya itu (AL) sekarang kita bawa ke psikolog di Pekanbaru. UIR," kata Kapolres Kuansing AKBP Henky Poerwanto SIK, MM melalui Kasat Reskrim Boy Marudut SH, Rabu (9/6/2021) kepada Tribunpekanbaru.com .

Baca juga: Cekcok Masalah Uang Belanja, Seorang Pria di Jayapura Tega Bunuh Kekasihnya

Entah apa yang berkecamuk di benak gadis cilik itu saat mengalami penyiksaan keji dari bibinya berinisial DL 27 tahun dan suami baru snag bibi, BNZ, 27 tahun.

Kedua anak perempuan itu harus rela diasuh dan menerima kekerasan bertubi-tubi setelah ayahnya dipenjara, sedangkan sang ibu sudah lama meninggal dunia.

Keluarga terdekat mereka hanya sang bibi.

Penyiksaan yang dialami kedua korban terjadi sejak tahun 2019 lalu.

Akibat penyiksaan terus menerus tersebut, akhir 2019 lalu, akhirnya sang kakak berinisial ML meninggal dunia.

Halaman
1234
Editor: Claudia Noventa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved