Breaking News:

Cerita Megawati Sarankan Kepala BIN Lakukan Strategi Perang Gerilya di Papua: Sangat Perlu

Presiden Ke-lima RI Megawati Soekarnoputri mengaku pernah meminta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menyiapkan strategi perang gerilya di Papua.

(Dokumen PDIP)
Presiden Ke-lima RI Megawati Soekarnoputri mengaku pernah meminta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menyiapkan strategi perang gerilya di Papua. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Presiden Ke-lima RI Megawati Soekarnoputri mengaku pernah meminta Presiden Joko Widodo menambah personel TNI-Polri di Indonesia dan menyiapkan strategi perang gerilya di Papua kepada Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

Ketum PDI Perjuangan (PDI-P) menyarankan Jokowi tidak perlu pusing dengan anggaran belanja apabila menambah personel TNI-Polri.

“Saya bilang pada Pak Jokowi begini, ‘Bapak, bapak itu musti nambahi yang Namanya, baik TNI kita maupun polisi kita’. ‘Maksud ibu?, ‘Jumlah anggotanya’. ‘Loh bu’. ‘Sudah jangan mikirin belanja anggaran dulu’,” kata Megawati saat menyampaikan orasi ilmiah di Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/6/2021).

Baca juga: Seorang Anggota KKB yang Masuk DPO Ditangkap Aparat, Punya Rekam Jejak Kejahatan sejak 2017

Dalam kesempatan itu, Megawati pun memberikan saran kepada Kepala BIN Budi Gunawan menuntaskan konflik di Papua.

Menurut dia, salah satu kesulitan aparat untuk menghadapi kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua, karena mereka lebih mengenal medan.

“Saya bilang di sini ada Pak BIN ya, Pak Budi Gunawan, 'Piye toh yo, yang namanya urusan Papua itu, menurut saya loh, itu kan mereka yang tuan rumah toh, tahu jalan-jalan tikus’,” ucap dia.

Oleh karena itu, Megawati menyarankan Kepala BIN untuk menyiapkan strategi perang gerilya terkait penanganan konflik di Papua.

“Itu yang saya bilang, sangat perlu strategi yang namanya strategi perang gerilya. Naik pohon bisa, opo bisa, saya tahu, yang apalagi yang di pegunungan itu,” tuturnya.

Megawati Soekarnoputri telah dikukuhkan menjadi Profesor Kehormatan Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik pada Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan RI.

Baca juga: Akses KKB untuk Masuk Ilaga Dijaga Ketat TNI-Polri, Kapolres Puncak: Aparat Sudah Bersiaga

Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Senat Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Laksamana Madya TNI Amarulla Octavian di Kampus Unhan, Sentul, Bogor, Jumat (11/6/2021).

Penetapan Profesor Kehormatan terhadap Megawati tersebut tertuang dalam surat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nomor 33271/MPK.A/KP.05.00/2021.

Sejumlah pejabat hadir dalam acara pengukuhan tersebut, antara lain Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim dan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.

Ada pula Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MPR Bambang Soesatyo, hingga Kepala BIN Budi Gunawan. (*)

Berita Papua lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Megawati Mengaku Pernah Minta Jokowi Tambah Personel TNI-Polri"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved