Breaking News:

Harga Pinang dan Sirih di Pasar Sentral Hamadi Alami Penurunan

Warga imigran dari luar Papua, lebih menguasai perdagangan pinang, sirih, dan kapur.

Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
HARGA PINANG - Ramla (37), pedagang Pinang di Pasar Hamadi, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Rabu (16/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Harga buah pinang disejumlah pasar di kota Jayapura alami penurunan.

Harga per karung saat ini Rp 250 ribu hingga 500 ribu.

Sebelumnya, harga per karung capai Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.

Salah satu pedangang buah pinang di Pasar Hamadi, Ramla (37), mengatakan musim panen pinang sedang membludak.

Baca juga: Harga dan Spesifikasi Xiaomi Mi 11 Lite, Usung Snapdragon 732G dan Baterai Berkapasitas 4250mAh

"Saat ini memang lagi musim panen. Jadi semua pasar menerapkan harga yang sama," kata Ramla, warga Buton yang berdomisili di Kampung Buton, Skyland, Kota Jayapura, Papua, Rabu (16/6/2021) siang.

Hal yang sama diuangkapkan salah satu pedagang buah sirih, Yanggal Munggaruak (20), warga asal Kabupaten Yalimo yang berdomisili di Kilo 9 Koya, Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Baca juga: Ini Harga dan Spesifikasi Varian Terbaru Vivo V21 5G di Kota Jayapura

Ia menjelaskan buah sirih yang dijualnya sekarang per tumpuk Rp 5 ribu sampai 10 ribu.

"Satu kilo buah sirih untuk saat ini Rp 400 ribu hingga 500 ribu. Tidak seperti sebelumnya per kilo Rp 1 juta sampai Rp 2 juta," kata Yanggal.

Ia mengungkapkan, selain itu, warga imigran dari luar Papua, lebih menguasai perdagangan pinang, sirih, dan kapur.

Tetapi juga fenomena lain adalah dimana pinang dan sirih dibeli langsung dari pohon oleh warga atau pedagang dengan harga murah. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved