Breaking News:

WISATA JAYAPURA

Jembatan Warna-warni Jadi Icon Kampung Wisata Yoboi di Tengah Hutan Sagu Jayapura

Kampung Yoboi masih dikelilingi hutan sagu seluas 368 Hektar dan menjadi salah satu kampung dengan dusun sagu terbesar di Kabupaten Jayapura.

Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Suasana Kampung Yoboi bagian barat Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Jembatan warna-warni jadi salah satu icon di Kampung Yoboi, bagian barat Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Untuk menuju ke Kampung Yoboi, masyarakat harus menggunakan speedboat (ojek danau) dari dermaga Kampung Yahim.

Sewanya Rp 10 ribu per penumpang.

Kampung Yoboi masih dikelilingi hutan sagu seluas 368 Hektar dan menjadi salah satu kampung dengan dusun sagu terbesar di Kabupaten Jayapura.

Kepala Kampung Yoboi Sefanya Walli (50), mengatakan untuk mempercantik kampung pihaknya bekerja secara mandiri.

“Ini semua kami kerjakan sendiri. Mengecat jembatan, membuka rumah baca, dan membuat tanaman organik,” kata Sefanya kepada Tribun-Papua.com, Selasa (15/6/2021).

Kampung Yoboi semakin dikenal setelah diadakan dua festival diantaranya festival berburu dan festival ulat sagu.

“Festival ulat sagu tahun lalu dilaksanakan tiga hari dan menarik banyak pengunjung,” ujarnya.

Baca juga: Daftar 5 Destinasi Wisata Alam di Sekitar Jayapura Papua

Pengunjung berdatangan untuk nikmati kuliner khas kapung Yoboi seperti ulat sagu, ikan gabus, ikan mujair, dan Papeda.

"Festival ulat sagu lalu masih banyak kekurangan. Ini jadi pelajaran agar ke depan lebih fokus mempersiapkan semua secara baik," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Jan Jap L Ormuseray, mengatakan Gubernur Papua melalui Dinas Kehutanan dan LH memberikan dukungan pada pelaksanaan festival ulat sagu untuk mengembangkan ekonomi masyarakat adat melalui pengembangan wisata.

“Masyarakat sendiri melihat potensi dalam kampung untuk pengembangan sektor ekonomi berbasis lokal,” kata Ormuseray.

Dikatakan, dengan adanya potensi dalam kampung, pemerintah akan memberikan dukungan sehingga roda perekonomian di kampung berkelanjutan yang tujuannya meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat adat. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved