Breaking News:

LIPSUS MENCARI PENGGANTI KLEMEN TINAL

Siapa Pengganti Klemen Tinal? Demokrat Tunggu Titah Lukas Enembe

Bapa gubernur balik sekitar bulan Juli minggu pertama ke Papua, jadi kita menunggu saja, sudah beliau balik baru mulai diskusi

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: M Choiruman
Papua.go.id
Gubernur Papua Lukas Enembe 

Kabar membaiknya kondisi kesehatan Enembe, juga dikonfirmasi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekertaris DPD Partai Demokrat Papua, Boy Markus Dawir. Kepada TribunPapua.com, Sabtu (12/6/2021) lalu, Boy mengkonfimasi, atasan partainya baru balik ke Kota Jayapura, pekan pertama Juli 2021.

PAPUA BANGKIT - Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh saat menghadiri kampanye pasangan Luken (Lukas Enembe-Klemen Tinal) di Pilkada Gubernur Papua, di Jayapura, November 2018 lalu. Pasangan berjuluk Koalisi Papua Bangkit ini diusung aliansi 10 partai politik. Sejak akhir Mei, koalisi mencari pengganti Klemen Tinal.
PAPUA BANGKIT - Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh saat menghadiri kampanye pasangan Luken (Lukas Enembe-Klemen Tinal) di Pilkada Gubernur Papua, di Jayapura, November 2018 lalu. Pasangan berjuluk Koalisi Papua Bangkit ini diusung aliansi 10 partai politik. Sejak akhir Mei, koalisi mencari pengganti Klemen Tinal. (courtesy_humas_koalisi_bangkit_papua)

Warga Sentani Berharap Tribun Papua Hadir di Pelosok

Baru, sekembali dari perawatan panjang di Singapura itulah, pengurus Demokrat Papua, akan membahas mekanisme dan siapa penduduk kursi orang nomor dua di Kantor Gubernur Papua.
“Bapa gubernur balik sekitar bulan Juli minggu pertama ke Papua, jadi kita menunggu saja, sudah beliau balik baru mulai diskusi,” katanya.

Boy menjelaskan, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrat Papua  belum menggelar rapat dan konsolidasi soal kursi wagub. "Kita di Fraksi maupun Partai belum bahas, karena masih menghormati Pak Klemen yang baru saja meninggal," ucapnya saat dihubungi wartawan Tribun-Papua.com melalui telepon seluler Jumat (12/6/2021).

Boymenambahkan pihaknya belum mau terburu-buru sebab menghormati kebiasaan adat di suku Pegunungan Papua.  “Beliau itu tokoh Papua, jadi kita harus menghormati dan menghargai walaupun ketentuan perundang-undangan itu ada cuma kita sendiri Demokrat belum untuk mau membicarakannya" ungkapnya.

Meski demikian, Demokrat mengakui,  pihaknya sudah berkomunikasi informil dengan sejumlah elite partai koalisi pendukung Lukmen. Dia menyebut, Ketua DPW Partai Nasional Demokrat (NasDem) Papua, Mathius Awoitauw, sudah menghubunginya.

Mata Lokal Menjangkau Indonesia

Mathius Awoitauw juga memasuki periode kedua sebagai Bupati Kabupaten Jayapura.Boy tak merinci kapan dan di momen mana ia berkomunikasi dengan Mathius. Namun ditambahkan, Boy, respon Demokrat dan Nasdem saat itu senada.

Mereka  sepakat menunggu hingga Lukas Enembe, kembali ke Papua. Di dalam koalisi Papua Bangkit, julukan 10 parpol pengusung dan pendukung Lukmen, Partai Demokrat dan Nasdem, sama-sama memiliki 8 kursi.

Sedangkan delapan parpol pendukung Lukmen lebih kecil. Golkar (6 kursi), PAN (6 kursi), tiga parpol pengusung lainnya masing-masing tiga; PKS, PKB dan Hanura.

Sementara PPP (1 kursi). Dua parpol pendukung lainnya, PKPI dan PBB tak beroleh kursi.
Dalam perkembangan lain, di parlemen Papua, Badan Musyawarah (Bamus), menunda pembahasan pengusulan Wagub Papua periode 2019-2023. (*) 

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved