Breaking News:

PENDIDIKAN

Ishak Rumandewai, Listrik di Asrama Mahasiswa Mamberamo Raya Diputus

Pemakaian listrik di asrama tersebut terbilang cukup banyak, karena mahasiswa membutuhkan lampu pada malam hari untuk belajar.

Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Merry Rumbino
ASRAMA – Tunggakan mencapai puluhan juta, asrama mahasiswa Mamberamo Raya aliran listrik di asrama tersebut akhirnya di putus oleh PLN. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Merry Rumbino

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Asrama mahasiswa Mamberamo Raya (Mamra), aliran listriknya akhirnya diputuskan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) karena telah menunggu hingga puluhan juta rupiah.

“Sudah seminggu ini tidak ada aliran listrik,” kata Ishak Rumandewai (23) kepada Tribun-Papua.com, Senin (21/6/2021) di Perumnas 2 Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua.

Untuk besaran tunggakan, kata Rumandewai, dirinya kurang mengetahui secara pasti.

“Tapi, sepertinya capai Rp 10 juta karena sudah empat bulan belum bayar,” ujarnya.

Baca juga: Tuntut Hak, Mahasiswa Palang Sekretariat Keuangan Mamberamo Raya di Jayapura

Asrama mahasiswa tersebut memiliki tiga gedung. Masing-masing gedung miliki 100 kamar.

Pemakaian listrik di asrama tersebut terbilang cukup banyak, karena mahasiswa membutuhkan lampu pada malam hari untuk belajar dan juga mesin air untuk keperluan mandi dan lain-lain.

“Kami berharap Pemda Kabupaten Mamberamo Raya segera melunasi tunggakan tersebut agar kami tidak kesulitan belajar pada malam hari lagi,” harap Rumandewai.

Sebelumnya, sejumlah Mahasiswa asal Mamberamo Raya melakukan pemalangan terhadap Sekretariat Keuangan Kabupaten Mamberamo Raya di Perumahan BTN Furia Kotaraja, Jayapura.

Aksi pemalangan tersebut imbas dari belum turunnya dana pendidikand dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

“Kami meminta kepada Pemda Mamberamo Raya untuk segera mencairkan dana pendidikan tahun anggaran 2021,” kata Frengky Sembay selaku coordinator pemalangan tersebut kepada Tribun-Papua.com, Sabtu (19/6/2021).

Dikatakan, selain dana pendidikan, pihaknya juga menuntut agar biaya listrik dan air untuk asrama segera dibayarkan.

“Sudah lima hari listrik padam di asrama karena diputus sementara oleh PLN,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved