Breaking News:

EURO 2020

Stenly Kawatu Terinspirasi Euro 2020, Lampu Daur Ulang Sampah Diminati Warga Kota Jayapura

Sampah daur ulang tersebut diantaranya, pipa paralon dan papan tripleks yang sudah tak terpakai. Harga perlampunya sekitar Rp 100-150 ribu.

Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Merry Rumbino
LAMPU HIAS - Stenly Kawatu sedang memperlihatkan lampu-lampu buatannya, Minggu (20/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Merry Rumbino

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Terinspirasi dari Piala Eropa (Euro) 2020, Stenly Kawatu(45) memanfaatkan sampah daur ulang untuk membuat lampu-lampu.

Sampah daur ulang tersebut diantaranya, pipa paralon dan papan tripleks yang sudah tak terpakai.

Ayah satu anak itu, mengatakan harga perlampunya sekitar Rp 100-150 ribu.

Ia juga menerima request (pesanan) tulisan, ukuran dan bentuk yang diinginkan pembeli.

Baca juga: Papua for Holland, Suporter Timnas Belanda dari Ujung Timur Indonesia

Misalnya, Lafaz Alquran, Salib, dan berbagai tulisan negara-negara yang bertanding pada Euro 202o ini.

“Walau tidak seberapa dari hasil jualan lampu, tapi cukup membantu keuangan keluarga,” kata Stenly kepada Tribun-Papua.com, Minggu (20/6/2021).

Pria asal Manado, Sulawesi Utara itu mengaku baru memulai membuka bisnisnya awal Juni 2021.

Hampir sepekan, ia berjualan di samping Toko Citra Abepura setiap pukul 18.00 WIT- 21.00 WIT.

“Peralatan yang saya gunakan juga sederhanan saja. Misalnya pisau Cutter, kayu dan triplek bekas dan pipa paralon bekas,” ujarnya.

LAMPU HIAS - Inilah hasil karya Stenly Kawatu pengrajin lampu hias daur ulang turun menyemarakkan Piala Eropa 2020.
LAMPU HIAS - Inilah hasil karya Stenly Kawatu pengrajin lampu hias daur ulang turun menyemarakkan Piala Eropa 2020. (Tribun-Papua.com/Merry Rumbino)

Ia hanya membeli peralatan seperti kabel dan lampu untuk memperindah lampu hasil kerjanya.

Laki-laki yang tinggal di belakang Toko Citra, Distrik Abepura itu menjelaskan, lampu hiasnya terbilang unik karena motif, ukuran, dan tulisan ia kerjakan hanya dengan menonton di Youtube atau menuangkan apa yang ia pikirkan.

"Yah banyak orang suka, tapi kalau ada yang mau belajar juga saya bisa bantu ajar," kata Stenly. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved