Breaking News:

COVID 19 JAYAPURA

Wali Kota: Torang Tetap Waspada, Agustus 2021 Jayapura Sudah Zona Hijau COVID-19

Pemetaan penyebaran virus Covid 19 di Kota Jayapura sudah berangsur membaik, sudah lima kelurahan berada di zona hijau dari 25 kelurahan

Penulis: Nandi Tio G Effendy | Editor: M Choiruman

1. Apa itu Zona Hijau Covid-19, Apa Perbedaannya dengan Zona Merah dan Hitam?

ILUSTRASI - Suasana pemakaman PDP corona anak usia 13 tahun yang meninggal dunia di Taman Pemakaman Raudlatul Jannah di Jalan Serayu RT 20, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Selasa (28/4/2020) dini hari.

Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano menjanjikan di bukan Agustus 2021, semua wilayah Jayapura bebas Corona, alias Zona Hijau.

Janji ini ditegaskan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jayapura ini untuk meyakikan bahwa kotanya aman untuk menyelenggarakan PON XX 2021 Papua, Oktober mendatang.

Apa sih yang dimaksud dengan Zona Hijau. 

Apa perbedaannya dengan zona orange, merah dan hitam.

Warna zona wilayah virus Corona COVID-19 ini merujuk data lansiran satgas penanggulangan COVID-19 awal tahun 2020 lalu.

1. Zona Hijau
Suatu daerah dapat dikatakan zona hijau apabila risiko penyebaran COVID-19 tetap ada, tetapi tidak ada kasus positif. Aktivitas yang dapat dilakukan yaitu belajar mengajar di sekolah, transportasi, bisnis, dan kegiatan keagamaan.

Namun kegiatan tersebut tetap harus memperhatikan standar protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker dan cuci tangan menggunakan sabun.

Seluruh kegiatan di luar rumah dapat dilakukan, kecuali bagi seseorang yang memiliki sakit dengan gejala flu disarankan untuk tetap di rumah. Pengawasan pada zona ini tetap dilakukan secara ketat untuk mencegah timbulnya kasus baru.

Zona hijau bukan berarti aman dari virus Corona, tetapi memiliki risiko penularan yang rendah.

2. Zona Kuning
Suatu daerah dianggap zona kuning apabila penyebaran COVID-19 dapat terkendali dan meski tetap ada kemungkinan transmisi. Pada zona ini, transmisi tetap bisa terjadi namun kluster penyebaran masih terkendali dan tidak bertambah.

Kegiatan yang dapat dilakukan masyarakat adalah trasportasi, industri, bisnis, tempat olahraga, pelayanan masyarakat, dan kegiatan keagamaan dapat dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

3. Zona Oranye
Zona oranye yaitu apabila risiko penyebaran COVID-19 tinggi dan potensi virus di suatu wilayah mulai tidak terkendali. Level transmisi lokal hingga imported case dapat terjadi dengan cepat.

Oleh karena itu, seluruh masyarakat terutama kelompok rentan disarankan untuk tetap berada di rumah. Apabila terpaksa keluar rumah, wajib untuk menjaga jarak.

 Pemerintah pada zona oranye harus mematau kluster-kluster baru dan mengontrol pergerakan dengan sangat ketat.

4. Zona merah
Pada zona ini, penyebaran virus COVID-19 disebut sulit dikendalikan. Transmisi lokal terjadi dengan cepat, wabah menyebar secara luas dan banyak kluster-kluster baru.

Masyarakat yang berada di zona merah disarankan tetap berada di rumah. Aktivitas seperti perjalanan, pertemuan publik, belajar mengajar dan kegiatan keagamaan tidak diperbolehkan.

Kegiatan bisnis ditutup kecuali untuk keperluan yang bersifat darurat seperti rumah sakit, supermarket, klinik kesehatan, dan pom bensin.

Selain itu, tempat-tempat umum, area publik, fasilitas sekolah juga ditutup untuk mencegah dan menghentikan laju penyebaran virus.

Halaman
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved