Breaking News:

PENDIDIKAN

SMA YPPK Teruna Bakti Perketat Protkes, Lengkapi Fasilitas di Area Sekolah

Felisia Sefaot, guru Bimbingan Konseling (BK) menjelaskan, SMA YPPK TB sejak awal covid-19 masuk ke tanah Papua, pihaknya sudah menerapkan prokes.

Penulis: Merry Rumbino | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Merry Rumbino
PROKES - Fasilitas protokol kesehatan yang disediakan Sekolah Menengah Atas (SMA) Yayayasan Pendidikan, dan Persekolahan Katolik (YPPK) Teruna Bakti (TB). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Merry Rumbino

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA- Sekolah Menengah Atas (SMA) Yayayasan Pendidikan, dan Persekolahan Katolik (YPPK) Teruna Bakti (TB) terus memperketat protokol kesehatan (protkes) di area sekolah.

Di sekitar halaman sekolah terlihat fasilitas seperti tempat mencuci tangan, handsanitazer dan juga masker. Air untuk mencuci tangan juga tersedia dan mengalir selama 24 jam.

Felisia Sefaot, guru Bimbingan Konseling (BK) menjelaskan, SMA YPPK TB sejak awal covid-19 masuk ke tanah Papua, pihaknya sudah menerapkan prokes secara ketat.

Baca juga: Meringankan Biaya Pendaftaran, SMA Katolik Taruna Bakti Jayapura Sesuikan Gaji Orang Tua

“Ini dilakukan untuk mengatisipasi penyebaran virus covid-19 dimana kasusnya masih di Kota Jayapura. Proses penerimaan siswa tahun pelajaran 2021-2022 pun dilakukan secara online,” kata Felisia Sefaot kepada Tribun-Papua.com, Selasa (22/6/2021).

PROKES - Fasilitas protokol kesehatan yang disediakan Sekolah Menengah Atas (SMA) Yayayasan Pendidikan, dan Persekolahan Katolik (YPPK) Teruna Bakti (TB).
PROKES - Fasilitas protokol kesehatan yang disediakan Sekolah Menengah Atas (SMA) Yayayasan Pendidikan, dan Persekolahan Katolik (YPPK) Teruna Bakti (TB). (Tribun-Papua.com/Merry Rumbino)

Felisia menambahkan, dua bulan lalu sejak putusnya internet, dilakukan percobaan siswa bersekolah seperti biasa.

Namun tetap diberlakukan protkes, siswa dan guru yang tidak memakai masker tidak diizinkan masuk ke dalam area sekolah.

“Sejak awal Juni, saat internet di kota Jayapura membaik, para siswa diwajibkan kembali belajar lewat daring (online),” ujarnya.

Kata Felisia sejauh ini belum ada arahan dari pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Jayapura untuk proses belajar mengajar di sekolah secara langsung (bertatap muka). (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved