Breaking News:

PERTANIAN

Beralih ke Pompa Listrik, Petani Mimika Baru Rasakan Manfaat Program Electrifying Agriculture

Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengajak para petani untuk beralih menggunakan listrik dalam kegiatan produksinya melalui program Electrifying Agricul

Editor: Musa Abubar
Dokumen Humas PLN
Suasana anggota Kelompok Tani SP4 Sopoyono di Desa Wonosari Jaya, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika (Dokumen Humas PLN) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Guna mendorong peningkatan hasil pertanian di Papua, Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengajak para petani untuk beralih menggunakan listrik dalam kegiatan produksinya melalui program Electrifying Agriculture.

Salah satu yang telah merasakan manfaatnya adalah Kelompok Tani SP4 Sopoyono di Desa Wonosari Jaya, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika.

Mereka telah beralih menggunakan pompa listrik untuk mengairi kebun dari sebelumnya menggunakan pompa berbahan bakar solar.

Kelompok tani yang berjumlah 20 orang tersebut memutuskan untuk memanfaatkan tenaga listrik guna menekan biaya operasional yang dikeluarkan.

Sebanyak 10 orang di antaranya telah melakukan penyambungan baru dengan daya 900 VA untuk mencukupi kebutuhan produksi di lahan seluas 20 hektare.

Baca juga: Info PLN Papua - Titik Pemadaman Listrik Besok, Rabu 23 Juni 2020: Cek Kota Jayapura

Salah satu anggota Kelompok Tani SP4 Sopoyono, Budi, mengungkapkan bahwa para petani sangat merasa terbantu dengan adanya layanan listrik yang diberikan PLN.

Pengeluaran biaya untuk membayar listrik jauh lebih murah dibandingkan untuk membeli bahan bakar solar.

"Saat pakai pompa diesel dalam sehari membutuhkan bahan bakar minyak sekitar 5 liter dengan biaya Rp45.000-Rp50.000 hanya untuk mengairi kebun kami," kata Budi melalui keterangan tertulis yang diterima Tribun-Papua.com di Jayapura, Rabu (23/6/2021).

Suasana anggota Kelompok Tani SP4 Sopoyono di Desa Wonosari Jaya, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika
Suasana anggota Kelompok Tani SP4 Sopoyono di Desa Wonosari Jaya, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika (Dokumen Humas PLN)

"Tentunya ini cukup memberatkan untuk operasionalnya, apalagi kalau menghadapi musim kemarau, namun berbeda ceritanya saat kami menggunakan listrik. Dengan listrik kami hanya butuh sekitar 10 kWh atau sekitar Rp14.000,- saja," ujarnya.

Budi juga menjelaskan bahwa masih banyak keuntungan yang didapatkan petani dengan memanfaatkan tenaga listrik.

Penerangan menggunakan lampu di malam hari juga dapat mengurangi adanya hama dan hewan pengganggu yang dapat merusak tanaman.

Baca juga: Jika Jaringan Internet Tak Kunjung Pulih, PT PLN Wamena akan Datangkan 4 Pembangkit Listrik

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved