Breaking News:

Ini Dampak Sering Mengkonsumsi Daging Anjing

Bagi anda yang sering mengkonsumsi daging anjing, harap berhati-hati karena dapat menimbulkan penyakit sejumlah penyakit

Penulis: Patricia Laura Bonyadone | Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Patricia Laura Bonyadone
Ilustrasi- Anjing bernama Santa 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone

TRIBUN-PAPUA, JAYAPURA - Bagi anda yang sering mengkonsumsi daging anjing, harap berhati-hati karena dapat menimbulkan penyakit.

Berikut beberapa penyakit yang timbul akibat banyak mengkonsumsi daging anjing, yaitu rabies, infeksi parasit, kolera dan trikinosis.

Sesuai data yang diperoleh dari Kementerian Kesehatan, rabies atau yang dikenal juga dengan istilah "anjing gila" adalah infeksi virus pada otak dan sistem saraf.

Penyakit ini tergolong sangat berbahaya karena berpotensi besar menyebabkan kematian.

Infeksi parasit adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit, misalnya cacing atau kutu.

Baca juga: Ini Kata Nenek Berusia 75 Tahun, Korban Dari Sindikat Pencurian Anjing di Kota Jayapura

Infeksi parasit terjadi ketika parasit masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, gigitan serangga, atau kontak langsung dan tidak langsung dengan penderita infeksi parasit.

Parasit adalah mikroorganisme yang hidup dan menggantungkan hidup dari organisme lain.

Sebagian parasit tidak berbahaya, sedangkan sebagian lain dapat hidup dan berkembang di dalam tubuh manusia kemudian menyebabkan infeksi.

Baca juga: Pengakuan Pencuri Anjing di Jayapura, Sehari Tangkap 7 Ekor hingga Kini Malu pada Orangtua

Selanjutnya, kolera adalah penyakit infeksi dari usus, yang disebabkan oleh bakteri Vibrio Cholerae dan mengakibatkan diare berat.

Bakteri kolera hidup di alam bebes, terutama di lingkungan perairan seperti sungai, danau dan sumur.

Penyebaran utama bisa melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi bakteri kolera.

Sementara penyakit trikinelosis merupakan parasit zoonosis, yang dapat dengan mudah ditularkan dari anjing ke manusia.

Penularan bisa dilakukan melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi virus.

Konsumsi anjing juga bisa mengakibatkan infeksi karena mengandung E.Coli 107, salmonela, antraks, hepatitis dan leptospirosis. Makan daging anjing juga bisa menyebabkan beragam infeksi bakteri antraks, hepatitis dan leptospirosis. (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved