Breaking News:

Belasan Siswa SD di Cianjur Positif Covid-19, Interaksi dengan Guru yang Terjangkit di Sekolah

Setelah melakukan tatap muka di kelas, belasan siswa dari SD Negeri I Girimukti Kasokandel Majalengka Jawa Barat terkonfirmasi positif Covid-19.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Petugas medis melakukan swab test Covid-19 - Setelah melakukan tatap muka di kelas, belasan siswa dari SD Negeri I Girimukti Kasokandel Majalengka Jawa Barat terkonfirmasi positif Covid-19. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Setelah melakukan tatap muka di kelas, belasan siswa dari SD Negeri I Girimukti Kasokandel Majalengka Jawa Barat terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab antigen pada Selasa (22/6/2021).

Ketua Satgas Covid-19 Kasokandel, Dadang Rukmana mengungkapkan beberapa siswa SD tersebut dilakukan tes antigen karena mengalami kontak langsung dengan guru mereka yang positif Covid-19.

"Guru tersebut positif dari salah satu petugas Puskesmas Kasokandel, yang kebetulan habis menghadiri hajatan di Cianjur. Kemudian di-tracing, guru tersebut kontak erat dan setelah di- swab hasilnya positif," kata Dadang, saat dikonfirmasi, Rabu (23/6/2021).

Baca juga: Kapolda Papua Barat: Tiga Oknum Polisi di Manokwari yang Pesta Sabu akan di Pecat

Dadang yang juga Camat Kasokandel itu menjelaskan, belasan siswa tersebut positif diduga memiliki hubungan dengan tracing tersebut.

Hal itu karena beberapa hari terakhir, antara siswa dan guru positif tersebut melakukan interaksi tidak lama.

"Ada (interaksi). Tapi semacam bagi nilai atau soal. Interaksinya juga tidak satu hari penuh," ungkap Camat Kasokandel itu.

Sementara itu, wali murid dari salah satu siswa SD tersebut, Dede sebutannya, mengungkapkan jumlah positif Covid-19 anak tersebut ada 11 siswa.

Kini 11 siswa tersebut menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumah masing-masing.

Baca juga: Detik-detik Remaja Tembak Bocah 5 Tahun, Awalnya Kejar-kejaran hingga Ambil Senapan Angin Orangtua

"Alhamdulillah anak saya negatif dan gurunya bilang itu ada 11 (siswa) yang positif. Cuma kini disarankan mereka diam di rumah masing-masing," kata Dede.

Karena kondisi tersebut, gedung sekolah itu ditutup sementara dari berbagai aktivitas.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved