Breaking News:

COVID19

Waspada, Varian Baru Covid 19 "Delta" Sudah di Papua

Varian Delta 60% lebih mudah menular, Varian ini cenderung menginfeksi orang yang lebih muda yang belum di vaksin

Tribun-Papua.com
Ketua Harian Satgas Covid-19 Provinsi Papua, Wilyam Manderi 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan, Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Provisni Papua, menyebutkan varian baru Covid-19 Delta atau Gen B1617 diindikasikan telah masuk di Papua.

Baca juga: Serius Tangani Covid-19, Papua Kembali Terapkan PPKM Mikro

Oleh karena itu, Ketua Harian Satgas Covid-19 Provinsi Papua, Wilyam Manderi meminta agar Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Litbangkes cepat melakukan pendeteksian dan penelitian.

“Diduga sudah ada varian Delta di Papua, cuman kami belum bisa pastikan karena harus melalui hasil penelitian," ucap Manderi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/6/2021) pagi.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kabupaten Jayapura Jadi 1.318 Orang

Menurutnya varian baru Covid-19 “Delta” tingkat penyebarannya sangat cepat.

"Varian Delta miliki sistim penyebarannya yang cukup cepat, sekali tersebar 10 orang bahkan lebih bisa terpapar," ucapnya .

Baca juga: Covid-19 Meningkat, Pemkot Jayapura Akan Kembali Buka LPMP Kotaraja

Ia menilai selama ini masyarakat di Papua hanya terpapar Covid-19 dari varian Alva yang berasal dari China, sementara dengan adanya varian Delta, akan menjadi catatan.

Oleh sebab itu, Wilyam manderi, selaku Ketua Harian Satgas Covid-19 Papua berharap masyarakat mendukung kebijakan pemerintah terkait penanganan Covid-19.

Baca juga: Gejala Virus Corona Varian Delta Beda dengan Covid-19, Virusnya Lebih Ganas dan Mudah Menyebar

Diketahui varian Delta Covid-19 disebut menghasilkan gejala yang berbeda dari varian yang sebelumnya, termasuk varian Alpha yang pertama kali ditemukan di Inggri.

Dilansir Mirror, Studi Gejala Covid ZOE baru-baru ini mengonfirmasi, gejala varian Delta yang dominan saat ini lebih mirip flu, yaitu sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek dan demam

Varian yang pertama kali diidentifikasi di India ini, juga cenderung menginfeksi orang yang lebih muda yang belum divaksin

Baca juga: Jasad Pasien Covid-19 Terlantar 12 Jam di Rumah, Pengurus RT: Warga Mundur Semua, Nggak Berani

Varian Delta 60% lebih mudah menular daripada strain dominan sebelumnya, termasuk varian Kent (Alpha).

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan, varian Delta telah terdeteksi di lebih dari 80 negara

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved