PENDIDIKAN

Christian Sohilait, Program ADEM dan ADIK Diprioritaskan untuk Anak Tidak Mampu

Christian mengingatkan agar tidak ada praktek KKN, dalam pendaftaran program ADIK-ADEM di kabupaten dan kota, di Provinsi Papua.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
PROGRAM AFIRMASI - Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) akan diprioritaskan bagi anak-anak yang keluarganya kurang mampu, kata Christian Sohilait selaku Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Papua. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara   

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK), akan diprioritaskan bagi anak-anak yang keluarganya kurang mampu.

Hal itu disampaikan oleh Christian Sohilait selaku Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Papua, melalui sambungan telepon seluler kepada Tribun-Papua.com, Jumat (25/6/2021).

Christian mengingatkan agar tidak ada praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), dalam pendaftaran program ADIK-ADEM di kabupaten dan kota, di Provinsi Papua.

Baca juga: Dorong Transformasi Pendidikan di Papua Barat, Kemendikbud Nadiem Makarim Beri Bantuan TIK

“Ini agar semua anak-anak Papua, bisa dapat menikmati pendidikan yang layak,” kata Christian.

Disinggung soal antusias peserta, Christian mengaku animo peserta, yang ingin mengikuti program ADIK dan ADEM tahun 2021 ini sangat tinggi.

"Kami kewalahan dalam mengakomodir setiap peserta yang ingin mendaftar, dari kabupaten/kota yang ada di Papua," ujar mantan Sekda Kabupaten Lanny Jaya tersebut.

Christian juga memaparkan, meskipun kuota untuk setiap program ADIK dan ADEM mencapai 450 orang, peminat atau pelajar yang ingin mengikuti program pada 2021 tetap masih tinggi.

“Rata-rata setiap kabupaten dan kota mengirimkan 12 siswa, walaupun ada yang di bawah itu, namun beberapa wilayahnya terbilang tinggi jumlahnya," terangnya.

Dirinya mencontohkan untuk Kota dan Kabupaten Jayapura, jumlah pendaftarnya mencapai 121 orang dan di atas 40 orang.

Menyikapi peminat terhadap program tersebut, diharapkan ada penambahan kuota di tahun mendatang.

“Ini membuktikan sosialisasi program ADIK dan ADEM berhasil karena animo cukup tinggi,” ujarnya.

Indikator utama menurutnya, tentu minat anak-anak untuk mengikuti program ADIK dan ADEM semakin meningkat dari tahun ke tahun. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved