Breaking News:

KKB Papua

KKB Berondong Tembakan, Puluhan Pekerja di Yahukimo Kabur Ketakutan: Mobil Belakang Kena Peluru

Para pekerja mengungkapkan detik-detik saat mereka diserang KKB di Kampung Bingky, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua, pada Kamis.

Editor: Claudia Noventa
Tribun-Papua.com/Istimewa
PENEMBAKAN - Kondisi depan truk yang bocor ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo. Tiga pekerja tewas dalam penyerangan pada Kamis (24/6/2021). Dua luka termasuk Kepala Suku, dan empat lainnya disandera. 

Beberapa kali suara tembakan terdengar dari para pelaku.

Peluru sempat mengenai truk ketiga, namun tidak berakibat fatal karena kendaraan tersebut masih tetap bisa berjalan.

"Begitu kami putar mobil langsung dia nembak, (ada) bunyi senapan, tang tang tang tang tang, kurang lebih sembilan kali, nah mobil kantor yang paling belakang kena peluru di roda dan dekat spion," kata dia.

Baca juga: Asal KKB Tendius Gwijangge yang Tembak Mati 4 Warga di Yahukimo, Dulu Berulah di Nduga

Rombongan tiga truk tersebut kemudian menuju ke lokasi pembangunan Jembatan Kali Kupa untuk menjemput pekerja lainnya agar mereka ikut melarikan diri.

Saat itu, tidak hanya pekerja dari PT Papua Cremona yang melarikan diri, tetapi ada pekerja dari dua perusahaan lain yang ikut kabur dari KKB.

Sehingga total ada 50 pekerja jembatan yang berusaha kabur dari aksi KKB.

"Kami lari terus dan ambil anak-anak yang di (lokasi) proyek, kami kabur lewat Kali Kapur sampai di Seradala. Di situ kami kumpul lagi, tapi karena jaringan tidak ada, enam orang pergi ke Kampung Bingky untuk cari jaringan. Ternyata kami sudah nunggu sekitar tiga jam, enam orang itu tidak kembali dan yang lari ini malah masyarakat Kampung Bingky yang kasih tahu kami 'ayo lari, di sana sudah ada penyerangan', di situ sudah kami lari sampai di Kali Silet, di situ ada 50 orang," tutur K.

Di lokasi tersebut, terdapat beberapa perahu kecil yang terbuat dari kayu, masyarakat setempat menyebutnya katinting.

Saat itu, waktu sudah mulai gelap dan baru K dan enam anak buahnya yang berani naik ke Katinting untuk kabur dengan menyusuri sungai.

"Di Kali Silet itu ada banyak kendaraan (perahu kecil), karena sudah malam pada takut, akhirnya cuma satu yang berani, itu isinya tujuh orang," kata dia.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved