Breaking News:

COVID 19

Pasien Covid-19 Meningkat, Maskapai Ogah Terima Sampel untuk Dikirim ke Litbangkes

Hingga kini, kasus terkonfirmasi positif di Manokwari berjumlah 4.022 orang, Senin (28/6/2021).

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun
Situasi masa pengetatan di Bandara Rendani Manokwari, Papua Barat, Rabu (19/5/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Kasus positif covid-19 di Papua Barat semakin meningkat dari hari ke hari.

Data yang di rilis oleh Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Papua Barat, Kabupaten Manokwari dan Kota Sorong berada pada posisi yang tertinggi.

Hingga kini, kasus terkonfirmasi positif di Manokwari berjumlah 4.022 orang, Senin (28/6/2021).

Sementara, Kota Sorong kasus terkonfirmasi positif sebanyak 3.378 orang.

Baca juga: Niat Pastikan Virus Delta di Papua Barat, Maskapai Tak Mau Kirim Sampel Pasien Covid-19 ke Jakarta

Selain itu, diikuti oleh Kabupaten Teluk Bintuni 929 orang, Kabupaten Sorong 618, Teluk Wondama 409, dan Kabupaten Raja Ampat Ampat 352 orang.

Sebelumnya, pada Minggu (27/8/2021), trend kasus di Kabupaten Manokwari 3.910 orang dan Kota Sorong 3.377 orang.

Dengan banyaknya kasus tersebut, Dinas Kesehatan Papua Barat belum bisa memastikan apakah pasien tersebut terpapar varian Delta atau tidak.

Namun, apa daya, pihak maskapai penerbangan di wilayah tersebut enggan menerima sampel dari Dinkes Papua Barat.

Juru Bicara Gugus Tugas covid-19 Provinsi Papua Barat, dr Arnold Tiniap, mengatakan ada sebanyak 50 sampel yang mau dikirim ke Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) di Jakarta.

"Hingga satu minggu ini pihak maskapai tidak ada yang mau mengirim sampel tersebut," kata Tiniap, kepada TribunPapuaBarat.com, melalui sambungan telepon, Senin (28/6/2021).

Saat ini, ujar dia, secara kasat mata, kasus terkonfirmasi positif covid-19 meningkat dalam waktu singkat.

"Kita bisa berpikir ke varian Delta, sebab peningkatan kasus sangat cepat," imbuh Tiniap.

Untuk memastikan itu, para maskapai harus bisa mengakomodir 50 sampel.

"Agar kita bisa tahu varian Delta ini sudah masuk atau belum," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved