Jumat, 17 April 2026

JOKOWI MENJAWAB

Presiden: Kritik Mahasiswa UI Bentuk Ekspresi di Negara Demokrasi

Presiden lalu berpesan kepada universitas untuk tak perlu menghalangi mahasiswa menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, menjaga etika.

Tribun-Papua.com/Istimewa
KEPALA NEGARA - Presiden Joko Widodo memberikan keterangan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/6/2021). Jokowi menanggapi kritik yang dilontarkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) kepada dirinya, baru ini. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi kritik yang dilontarkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) kepada dirinya.

Menurut Jokowi, kritik para mahasiswa tersebut merupakan bentuk ekspresi yang diperbolehkan di negara demokrasi seperti Indonesia.

"Ya saya kira ini bentuk ekspresi mahasiswa, dan ini negara demokrasi, jadi kritik itu ya boleh-boleh saja," ujar Jokowi saat memberikan keterangan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/6/2021).

Baca juga: Isi Surat Lukas Enembe untuk Presiden Jokowi, Minta Penunjukkan Dance Yulian Flassy Dibatalkan

Baca juga: Lukas Enembe, Presiden Jokowi Memahami Hati Masyarakat Papua

Presiden lalu berpesan kepada universitas untuk tak perlu menghalangi mahasiswa menyampaikan pendapat di muka umum.

Namun demikian, Jokowi mengingatkan bahwa bangsa Indonesia memiliki budaya-budaya tata krama dan sopan santun.

Presiden dua periode ini juga memandang kritik para mahasiswa kepada dirinya sebagai suatu hal yang biasa.

"Mungkin mereka sedang belajar mengekspresikan pendapat, tapi yang saat ini penting kita semuanya bersama-sama fokus untuk penanganan pandemi Covid-19," ungkapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Badan Eksekitif Mahasiswa Universitas Indonesia pada Sabtu (26/6/2021), melontarkan kritik kepada Presiden Joko Widodo yang disampaikan melalui unggahan di akun Twitter resmi @BEMUI_Official.

Dalam unggahan tersebut, BEM UI menyebut Presiden Joko Widodo sebagai "The King of Lip Service".

Kritik serupa sebelumnya pernah juga diterima Presiden dari sejumlah kalangan.

"Itu kan sudah sejak lama ya. Dulu ada yang bilang saya ini klemar-klemer, ada yang bilang juga saya itu plonga-plongo, kemudian ganti lagi ada yang bilang saya ini otoriter, kemudian ada juga yang ngomong saya ini 'bebek lumpuh', dan baru-baru ini ada yang ngomong saya ini 'Bapak Bipang', dan terakhir ada yang menyampaikan mengenai 'The King of Lip Service'," katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved