Breaking News:

KKB PAPUA

Zepnat Kambu Sayangkan Ulah KKB, 2 Jembatan di Yahukimo Terbengkalai

Dua jembatan tersebut, masuk dalam proyek Trans Papua yang merupakan salah satu program strategis nasional untuk membuka keterisolasian Papua.

Editor: Roy Ratumakin
(Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Jalan Trans Papua Barat 

TRIBUN-PAPUA.COM - Kepala Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Wamena, Zepnat Kambu menyayangkan ulah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo.

Akibat ulah KKB tersebut, sebanyak 93 orang pekerja melarikan diri.

"Saat kejadian kami perintahkan manusia aman dulu, alat kasih tinggal, jangan kejadian PT. Iskaka Karya (di Nduga) terulang," kata Kambu, Senin (28/6/2021) melalui gawainya.

Dikatakan, ada dua pembangunan jembatan yaitu di Kali Kuk dan Kali Wit.

Baca juga: KKB Papua Makin Terdesak, Berikut Capaian Satgas Nemangkawi dari Januari hingga Juni 2021

Dua jembatan tersebut, masuk dalam proyek Trans Papua yang merupakan salah satu program strategis nasional untuk membuka keterisolasian Papua.

“Anggaran pembangunan dua pekerjaan tersebut mencapai Rp 44 miliar,” ujarnya.

Menurut dia, lokasi dua jembatan tersebut berada di KM 42+200 dan di KM 54+200.

Sedangkan penyerangan oleh KKB terjadi di KM 54.

Seluruh pekerja jembatan, konsultan dan pegawai Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Wamena, yang saat kejadian ada di Distrik Seradala, kini telah berada pada posisi aman.

"Sekarang mereka (93 pekerja) sudah aman dan ada di Dekai," kata Kambu.

Ia mengatakan, dimulai kembalinya pembangunan dua jembatan yang memiliki bentang panjang 60 meter dan 40 meter tersebut, tergantung dari pihak keamanan.

Baca juga: KKB Papua Hadang Truk Proyek Sebelum Tewaskan Pekerja Bangunan di Yahukimo

"Kita lihat tujuh sampai 14 hari ke depan sambil menunggu rekomendasi dari pihak keamanan," tutur Kambu.

Sekadar diketahui, sekelompok orang tidak dikenal (OTK) menyerang pekerja bangunan dan jembatan di Kampung Bingky, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua, Kamis (24/6/2021).

Akibat kejadian tersebut, empat orang tewas. Selain itu, seorang kepala suku Obaja Nang mengalami luka tembak di bagian paha.

Aparat keamanan menduga pelaku adalah kelompok Tendius Gwijangge alias Tendinus Murib yang merupakan mantan anak buah Lekagak Telenggen. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved