Breaking News:

Kapolda Papua Minta Polri Hati-hati Sikapi Kerusuhan di Yalimo: Bisa Memicu Perang Suku

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengabarkan situasi keamanan di Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo, Papua.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
(Dok Kodim 1702/Jayawijaya)
Susasana warga Yalimo yang mengamankan diri di Koramil Elelim, Yalimo, Papua, Kamis (1/7/2021) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengabarkan situasi keamanan di Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo, Papua.

Akan tetapi, ia menyebut, masih ada potensi terjadinya benturan antarmasyarakat karena konflik politik itu.

Sebelumnya, situasi memanas setelah aksi pembakaran sejumlah kantor pemerintahan oleh massa pendukung calon bupati dan wakil bupati Erdi Dabi-John Wilil.

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengatakan, telah bertemu dengan pihak-pihak yang terlibat dalam Pilkada.

Baca juga: Ratusan Warga Yalimo Masih Takut Kembali Pasca-kerusuhan, Aparat: Kita akan Kirim Pasukan Lagi

"Perkembangan Yalimo sampai sekarang kondusif, tadi malam (30/6/2021) saya sudah bertemu dengan Paslon 01, nanti juga saya akan ketemu dengan Paslon 02 (Lakiyus Peyon-Nahum Mabel) untuk bagaimana sama-sama kita menyikapi putusan MK yang mempunyai kekuatan hukum tetap," ujar Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri, di Jayapura, Kamis (1/7/2021).

Kedua pasangan diminta redam emosi massa

Fakhiri menginginkan, kedua pasangan harus bisa meredam emosi massa pendukungnya dan memberi pengertian tentang putusan Mahkamah Konstitusi yang dikeluarkan pada Selasa lalu.

Dalam putusan tersebut, MK mendiskualifikasi kepesertaan pasangan Erdi Dabi-Jhon Wilil karena Erdi Dabi dianggap belum memenuhi syarat sebagai mantan narapidana yang harus menunggu selama lima tahun untuk bisa kembali ikut dalam dunia politik.

Selain itu MK memerintahkan KPU melakukan PSU dimulai dari tahapan pendaftaran tanpa menyertakan paslon 01.

"Kita juga harus mengedukasi masyarakat tentang putusan itu, tentang perintah pelaksanaan PSU tanpa mengikutkan Paslon 01, masyarakat harus paham putusan itu tidak memenangkan salah satu Paslon," kata Fakhiri.

Suasana
Aksi pembakaran sejumlah kantor pemerintahan oleh massa pendukung calon bupati dan wakil bupati Erdi Dabi-John Wilil, aparat berupaya meredam situasi yang memanas.(Istimewa)

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved