Breaking News:

PAPUA TERKINI

Kunci Papua Damai Menurut Tokoh: Dialog Akar Rumput hingga Otsus Tepat Sasaran

Jalan dialog pada tingkat akar rumput, lanjut Cotan, akan dapat mendorong pembangunan empat sektor strategis di Papua dan Papua Barat.

Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Istimewa
Webinar Moya Institute bertajuk “Perdamaian dan Kedamaian di Papua”. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAKARTA - Berbagai pihak diminta menyepakati perlunya upaya penyelesaian konflik di Papua, yang hingga kini tak kunjung selesai.

Upaya ini dinilai akan mewujudkan perdamaian yang akan mendorong pada kemajuan di Bumi Cenderawasih.

Demikian dikatakan pengamat politik internasional yang juga tokoh pemerhati Papua, Duta Besar Prof Imron Cotan dalam dalam webinar yang diadakan Moya Institute, bertajuk “Perdamaian dan Kedamaian di Papua” pada Kamis (1/7/2021).

Baca juga: Sosok Victor Yeimo, Tersangka Dalang Kerusuhan Papua 2019

Baca juga: Lukas Enembe Tiba di Indonesia Dalam Kondisi Sehat, Sejumlah Tugas Menanti

Cotan mengajak semua pihak untuk meningkatkan rasa kebangsaan.

Dia menegaskan, tidak ada dasarnya bagi Papua untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Baik secara hukum nasional maupun internasional.

"Prinsip hukum internasional yang namanya UTI Possidetis Juris. Artinya, perbatasan negara yang baru merdeka adalah perbatasannya ketika dia dijajah. Tapi Belanda tidak mau menyerahkan dengan tiga alasan utama," ujarnya dalam webinar tersebut.

Tiga alasan dimaksud; pertama, Belanda ingin mempertahankan status sebagai negara kolonial.

Kedua, Belanda ingin menciptakan wilayah bagi warganya yang tidak ingin pulang, dan masih ingin menikmati iklim tropis di wilayah Indonesia.

Di samping itu, menampung para kolaboratornya.

Ketiga, adalah mencegah terjadinya eksodus besar-besaran dari Indonesia ke Belanda karena negara itu sangat kecil.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved