Breaking News:

PILKADA YALIMO

Sebagian Pengungsi Yalimo Papua Masih Bertahan Pascarusuh Pilkada

Enam lokasi pengungsian; Polres Yalimo 586 orang, Pos Ramil 469, Kodim 82 orang, Gereja Kingmi 40, Gereja Katolik 45 orang, dan Gereja GJRP 80 orang.

Editor: Paul Manahara Tambunan
(Dok Kodim 1702/Jayawijaya)
Susasana warga Yalimo yang mengamankan diri di Koramil Elelim, Yalimo, Papua, Kamis (1/7/2021) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Situasi keamanan di Kabupaten Yalimo sudah berangsur kondusif pasca pembakaran sejumlah perkantoran dan pertokoan di Distrik Elelim, oleh massa pendukung pasangan calon kepala daerah Erdi Dabi-Jhon Wilil yang dinyatakan diskualifikasi oleh Mahkamah Konstitusi, beberapa hari lalu.

Meski begitu, sejumlah warga yang mengamankan diri di markas polisi dan TNI setempat belum berani kembali ke rumah masing-masing.

Data yang diperoleh Tribun-Papua.com, kini jumlah pengungsian warga di Yalimo mencapai 1.302 orang, dan ditampung di enam titik pengungsian.

Baca juga: Pengungsian di Yalimo Capai 1.302 orang

Baca juga: Jadi Target Pembakaran, Aparat Jaga Ketat Kantor Bupati Yalimo

Enam lokasi pengungsian; Polres Yalimo 586 orang, Pos Ramil 469, Kodim 82 orang, Gereja Kingmi 40, Gereja Katolik 45 orang, dan Gereja GJRP 80 orang.

“Para pengungsi saat ini dalam keadan baik,” kata Kabag Ops Polres Yalimo AKP Agus Tianto saat dihubungi Tribun-Papua.com dari Jayapura, Jumat (2/7/2021).

Bantuan penebalan personel Brimob Polda Papua telah tiba di Yalimo sejak Kamis (1/7/2021) siang. 

Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan rusuh susulan terjadi oleh massa pasangan calon kepala daerah nomor urut 01.

“Massa dalam jumlah besar ada duduk di dua titik,” kata Agus.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdapat tujuh kantor pelayanan pemerintahan dibakar oleh massa.

Antaralain Gedung Penyelenggara Pemilu, Kantor KPU, Bawaslu, dan kantor Gakkumdu.

Kemudian, Gedung DPRD Yalimo, Kantor Dinas Kesehatan, BPKM, dan Kantor Dinas Perhubungan, juga Kantor Bank Papua.

Massa juga melakukan memblokade jalan utama Elelim, ibu kota Kabupaten Yalimo.

Warga pendatang memilih meninggalkan rumah dan berlindung di kantor kepolisian dan TNI setempat guna mengatisipasi amuk massa.

Dikhawatirkan kerusuhan bergeser ke arah konflik suku dan ras. (*) 

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved