Breaking News:

PON XX PAPUA

Yanto Basna Kritisi Kesejahteraan Atlet PON XX Papua

Bayangkan, hampir rata-rata atlet sepakbola yang sepatunya robek, mereka pergi ke tukang jahit untuk memperbaiki sepatunya

Penulis: Nandi Tio G Effendy | Editor: M Choiruman
TRIBUN-PAPUA.COM
Cuplikan unggahan Yanto Basna di Instagram pribadinya, Ia menyayangkan kesehjateraan para Atlet PON Papua, khususnya Cabor Sepakbola. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.Com, Tio Effendy

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua 2021 sisa menghitung hari. Seluruh konstestan sedang fokus mempersiapkan diri sebelum bertanding di arena, termasuk atlet cabang olahraga sepakbola asal Papua.

Sebagai tuan rumah, sangat wajar jika menargetkan perolehan medali emas. Hal itu juga dipertegas Gubernur Papua, Lukas Enembe pada skuad asuhan Eduard Ivakdalam, yang ditargetkan sebagai juara dalam gelaran PON nanti.

Gerald Pangkali, Peraih Medali Emas yang Kini Tangani Tim Sepakbola PON Papua

Edward Ivakdalam, Tim Sepakbola PON Papua Ingin Jajal Klub Liga 1

Namun di tengah kondisi tim saat ini, pesepakbola senior asal Papua yang saat ini bermain di Thailand, Yanto Basna memaparkan kurangnya kesejahteraan para adik-adiknya di tim tersebut.

Kritik berupa video tersebut ia unggah pada akun instagram pribadinya @yanto_basna pada Sabtu (27/6/2021), dengan caption apa kabar para atlet Tanah Papua tercinta? 99 hari itu tralama sayang.

Yanto Basna menyayangkan cabang olahraga sepakbola yang mendapat target emas namun hingga kini belum uji coba dan pemusatan pelatihan di luar Papua.

Pria yang saat ini bermain untuk tim PT Prachuap FC mengatakatan Ia sempat berlatih bersama tim sepakbola Papua ketika berada di Bumi cenderawasih selama dua bulan.

Berikan Anggaran Rp 108 Miliar ke Kota Jayapura, PB PON Papua: Memiliki Tanggung Jawab Cukup Besar

Baginya, semangat juang para pemain sangat luar biasa namun tidak dibarengi perhatian dari pihak yang seharusnya bertanggung jawab atas fasilitas mereka selama berlatih.

"Bayangkan, hampir rata-rata atlet sepakbola yang sepatunya robek, mereka pergi ke tukang jahit untuk memperbaiki sepatunya. Mereka atlet tuan rumah PON Papua, luar biasa," ujar pria bernomor punggung 4.

"Itu hanya dari atlet cabor sepakbola, belum dari atlet cabang olahraga lainnya," lanjut mantan pemain Persib Bandung.

Kabar Duka, Jane Shalimar Meninggal Dunia, Sempat Kritis saat Terpapar Covid-19

Yanto Basna menambahkan bawa para atlet di Tanah Papua tak tidak bisa hanya mengandalkan bakat alam, tanpa dilengkapi kesejahteraan yang baik.

"Mulai dari tempat tinggal mereka, protein yang masuk, sepatu hingga peralatan lain juga harus dilengkapi. Karena mereka diberi target emas, dan itu harga mati," tegas pemain yang menempati posisi bek.

Yanto Basna berkeyakinan ketika atlet diperhatikan baik, pasti para pemain akan dapat memberikan yang terbaik untuk tanah Papua.

Terakhir ia berharap lewat unggahannya yang berdurasi delapan menit, para pihak berwenang dapat memperhatikan lebih lagi para atlit binaannya agar mereka dapat fokus meraih target emas di PON XX Papua 2021. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved