Breaking News:

COVID 19 PAPUA BARAT

Jumlah Pasien Covid-19 Meningkat, Rumah Sakit se-Manokwari Krisis Oksigen

Dalam tiga hari ini, saya lihat kebutuhan oksigen mulai meningkat. Sebab stok di masing-masing rumah sakit mulai kurang

Penulis: Safwan Ashari Raharusun | Editor: M Choiruman
TRIBUN-PAPUA.COM
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr Arnold Tiniap 

"Sementara yang lain saya belum tau, pastinya mereka juga ada," imbuhnya.

Selain itu, menurut data yang dirilis gugus tugas covid-19 Provinsi Papua Barat, kasus aktif di Manokwari hingga, Minggu (4/7/2021), mencapai 1.015 orang.

Mantan Menteri Penerangan Era Ore Baru, Harmoko Berpulang

Untuk mengantisipasi sekaligus mencegah terjadinya lonjakan, Pemerintah Provinsi Papua Barat (Gubernur), telah mengeluarkan Instruksi Gubernur nomor 4432/1339/GPB/2021.

Dalam instruksi tersebut, berkaitan dengan pembatasan kegiatan pemerintah, sosial masyarakat, dan pelaku usaha.

Selain itu, juga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), berbasis Dasawisma RT/RW, untuk percepatan pencegahan dan penanganan pandemi covid-19 di Provinsi Papua Barat.

"Instruksi terkait dengan PPKM ini mulai 5 hingga 19 Juli 2021, kita Papua Barat sudah diberlakukan," ujar Tiniap, Minggu (4/7/2021).

52 Tenaga Medis di Kota Sorong Papua Barat Positif Corona, Tracking Diperluas

Kecuali, jelas Jubir Covid-19 Papua Barat, bagi mereka yang sedang mengikuti kegiatan urgent (penting), misalnya perjalanan Dinas disertai dengan izin pimpinan, mengantar orang sakit, dan kedukaan.

"Akses transportasi yang umum dipakai, hanya diperuntukkan terutama untuk logistik, kesehatan dan lainnya," jelasnya.

Tak hanya itu, Tiniap juga menjelaskan, mulai besok masa waktu berlaku Rapid Antigen hanya 2 X 24 jam.

"Yang keluar harus ada izin dari daerah tujuan, dan tidak semua orang bisa keluar," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved