Breaking News:

Rukonya Dibakar Massa Anarkis di Yalimo, Kardas Diteriaki: Kita Mau Bakar Semua, Keluar Saja

Para warga yang menjadi korban anarkis masa pendukung pasangan calon kepala daerah Yalimo, memiliki cerita tersendiri.

Istimewa
Situasi pembakaran perkantoran dan fasilitas lainnya di Kabupaten Yalimo, Papua, Selasa (29/6/2021) 

Ia sendiri mengaku trauma dengan insiden itu, sehingga memilih mengungsi ke Wamena.

Namun, Kardas yang telah tinggal dan membuat usaha di Yalimo sejak 2009, berniat kembali ke Elelim saat situasi kondusif.

"Ya mau balik tapi nanti tunggu semua kondusif, tunggu penetapan (bupati dan wakil bupati) dulu," kata dia.

Sama halnya dengan Ilias, warga Yalimo yang kiosnya ikut dibakar massa.

Ilias telah melihat asap mengepul dari kejauhan. Teriakan massa juga terdengar jelas saat insiden itu terjadi.

Merasa situasi tak aman, ia membawa seluruh keluarganya ke Polsek Elelim untuk berlindung.

"Sekarang rumah sudah habis terbakar, waktu kejadian kami lari ke Polsek," kata Ilias yang juga sudah berada di Wamena.

Ilias yang berasal dari Makassar itu akan mengungsi ke Mushala Al-Mustaqim Jibama bersama warga Makassar lainnya.

Sebelum pindah ke tempat pengungsian, ia lebih dulu mengisi data di Gedung Tongkonan Wamena yang menjadi posko induk pengungsi Yalimo.

Kini, sudah ada 1.025 warga Yalimo yang mengungsi ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved