Breaking News:

PERSIPURA

Capai 2.465 Tanda Tangan Petisi Copot Bento Manubun, Begini Statement Frangky Abuuryaan Griapon

Pria yang lebih akrab dipanggil Capo Angky menyatakan gerakan tersebut ia tempuh lantaran sudah berulang kali terjadi Persipura melepas legendanya.

Penulis: Nandi Tio G Effendy | Editor: Roy Ratumakin
(Tribunpapua.com/Musa Abubar)
Manajer Klub Persipura Jayapura, Bento Madubun 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tio Effendy

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Petisi Pencopotan Bento Madubun dan rombak manajemen Persipura sudah ditandatangani 2.465 akun partisipan pada Rabu (7/7/2021) 17.00 WIT.

Gerakan tersebut dibuat oleh akun Persipura Mania di website change.org, setelah ditelusuri, Blackpearl Curva Nord 1963 yang merupakan satu diantara kelompok suporter Persipura sebagai inisiatornya.

Hal ini disampaikan Frangky Abuuryaan Griapon, pria yang ditunjuk menjadi ketua dari basis suporter yang menggunakan Tribun Utara Stadion Mandala sebagai wadahnya mendukung kesebelasan merah hitam.

Baca juga: Boaz Solosa dan Tinus Pae Dilepas, Ini Tanggapan Pecinta Persipura

Pria yang lebih akrab dipanggil Capo Angky menyatakan gerakan tersebut ia tempuh lantaran sudah berulang kali terjadi Persipura melepas para legendanya.

"Regenerasi pemain muda jika masih diurus oleh manajemen seperti saat ini, kita akan mengulang cerita kehilangan Eduard Ivakdalam, Imanuel Wanggai," Kata Capo Angky.

"Hingga yang terbaru pemecatan Boaz Solossa dan Yustinus Pae, mau sampai kapan begini?," ujar Capo Angky kepada Tribun-Papua.com, pada Rabu (7/7/2021) Siang.

Capo Angky menambahkan selama manajemen Persipura belum dirombak, suporter yang mencintai tim dengan tulus akan selalu kalah dengan yang memperalat nama besar tim berjuluk mutiara hitam.

Baca juga: Jacksen Tiago: Saya Respect kepada Boaz Solossa dan Yustinus Pae

"Kalau mereka bisa mengeluarkan pemain karena indisipliner, kami juga ingin mereka memecat orang-orang dari manajemen yang tidak membuat tim menjadi lebih profesional," jelas pria yang berjuluk Kepala Suku Tribun Utara.

" Mereka harus mendengar tuntutan kami, sebab Persipura telah menjadi harkat dan martabat orang Papua," kata Capo Angky.

Baca juga: BREAKING NEWS: Jacksen Tiago Tanggapi Soal Boaz Solossa dan Yustinus Pae

Gerakan lainnya dari Blackpearl Curva Nord (BCN) 1963 ialah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk Unfollow semua akun Persipura 1963 pada seluruh kanal sosial media, sebagai bentuk aksi kekecewaan terhadap langkah manajemen.

"Mari bersama-sama menuntut dikeluarkannya orang-orang berhati busuk di tubuh manajemen Persipura agar tim ini dapat berjaya kembali seperti sedia kala," tutup Capo Angky. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved