Breaking News:

HUKUM

Proyek Hotel untuk PON XX Papua Mangkrak, Dana Rp 3,4 Miliar Tak Dapat Dipertanggungjawabkan

Adapun kuasa pengguna anggarannya adalah Dinas Pertanahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Jayapura. Termin pertama Rp 24,2 miliar.

Tribun-Papua.com/Paul Manahara Tambunan
USUT KASUS - Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Nikolaus Kondomo dalam sebuah wawancara. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Paul Manahara Tambunan

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Dana sebesar Rp 3,4 miliar dari termin pertama pengerjaan pembangunan Hotel Tabita Convention Center Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, hingga kini belum dapat dipertannggungjawabkan di hadapan otoritas keuangan dan hukum.

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Nikolaus Kondomo mengatakan, proyek yang didanai APBD Kabupaten Jayapura pada 2019 tersebut, dikerjakan oleh PT Plaza Crystal Internasional (PCI).

Dalam pelaksanaannya, manajemen PT PCI melakukan kerja sama operasional (KSO) dengan PT M.

Adapun kuasa pengguna anggarannya adalah Dinas Pertanahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Jayapura.

Total anggaran untuk pembangunan Hotel Tabita Convention senilai Rp 72.8 miliar.

Hanya, proyek tersebut mangkrak setelah pencairan termin pertama sebesar Rp 24,2 miliar.

“Dalam prakteknya, PT PIS mengambil uang muka Rp 24,2 miliar, namun kurang lebih Rp 3,4 miliar tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Kondomo dalam siaran pers secara daring dari kantornya, Kamis (7/7/2021).

Baca juga: BREAKING NEWS: Kejati Papua Sidik Kasus Dugaan Penyelewengan Anggaran Proyek Hotel Tabita Sentani

Kini, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua telah menaikkan status kasus dugaan penyalahgunaan anggaran pembangunan hotel tersebut ke tahap penyidikan umum.

Penetapannya, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor 6/F.1/FD.1/07/2021 tanggal 7 Juli 2021.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved