Minggu, 3 Mei 2026

Eskol Barends Infandi Optimis Lolos Seleksi Kemenkumham 2021

Eskol menambahkan, sulit bila tidak memiliki pekerjaan tetap. Sehingga dirinya memutuskan mendaftarkan diri sebagai penjaga lapas di Kemenkumham.

Tayang:
Penulis: Zaneta Chrestella Mirino | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Tirza Bonyadone
Salah satu pendaftar CPNS Kemenkumham, Eskol Barends Infandi (26). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Sempat tak lolos seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kementrian Hukum dan HAM Provinsi Papua pada 2019, Eskol Barends Infandi (26), optimis dapat berhasil mengikuti tes tahun ini.

Pria kelahiran 1994 ini saat ditemui Tribun-Papua.com, Rabu (7/7/2021), mengatakan dirinya gagal dalam tes karena skor yang dimiliki saat itu tidak memenuhi kriteria kelulusan.

"Pada saat mengikuti ujian saya tidak memiliki kendala. Namun waktu itu saya punya skor passing grade tidak mencapai target yang ditentukan," kata pria yang akrab dipanggil Eskol.

Baca juga: Anthonius Ayorbaba Dorong Putra-Putri Papua Daftar CPNS Kemenkumham RI

Ia juga menjelaskan alasan mengikuti tes di tahun ini, guna mendapat pekerjaan tetap.

"Saya telah bekerja sebagai salesmen selama 4 tahun dan ini bukan pekerjaan tetap," ungkapnya.

Eskol menambahkan, agak sulit bila tidak memiliki pekerjaan tetap. Sehingga dirinya memutuskan untuk mendaftarkan diri sebagai penjaga lapas di Kemenkumham.

Baca juga: Pendaftaran akan CPNS 2021 Dibuka, Intip Besaran Tunjangan dan Gaji PNS Kemenkumham

"Sejak 2019 saya mendaftarkan diri sebagai penjaga lapas, hingga saat ini," jelasnya sembari memegang berkas pendaftaran.

Sementara itu, pria yang berstatus belum menikah ini juga menjelaskan pada saat ia mendaftarkan diri, ada perasaan senang karena tahun ini bisa mendaftar lagi.

"Harus lebih giat, karena telah mempersiapkan diri untuk menempuh tes dengan baik," katanya.

Untuk tes saat ini, ia memasukan berkasnya untuk formasi orang asli Papua.

"Saya tetap mengikuti formasi yang diberikan bagi orang asli Papua," ungkapnya.

Berkas-berkas yang harus diunggah nantinya pun telah dipersiapkan mulai dari surat lamaran, ijasa, KTP, akta kelahiran dan surat keterangan asli orang Papua.

Pria yang bertempat tinggal di Jalan Aryoko, Distrik Jayapura Utara, Papua ini menjelaskan, untuk penerapan sistem online ini tidak ada kendala yang berat.

Hanya ia merasa perlu menyediakan jaringan internet yang cukup.

"Kalau soal input data menggunakan sistem online tidak ada kendala, hanya memang harus pastikan baik data yang ingin diunggah sudah berhasil dimasukan," jawabnya.

Sehingga ia berharap dapat menyelesaikan semua tahapan dengan baik, sampai tahap akhir.

"Harapannya kali ini skor yang diterima nantinya memenuhi standar dan akan berusaha lebih baik lagi," harapnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved