Breaking News:

Lawan Covid 19

Hendak Bertemu Kadinkes dan Sekdinkes Papua, Wajib Tunjukan Hasil Rapid Antigen dan Swab

Bagi Para tamu dan pengunjung yang hendak menemui kepala dinas dan sekretaris dinas wajib menunjukkan surat rapid antigen dan swab

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Istimewa
Ilustrasi Covid-19. 

Laporan wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Bagi para tamu dan pengunjung yang hendak menemui Kepala Dinas Kesehatan Papua dan Sekretaris Dinas Kesehatan setempat, wajib menunjukkan surat keterangan uji rapid antigen dengan hasil negative dan swab test dengan hasil dengan negative.

Dinkes Papua tengah mengeluarkan surat dengan nomor : 443/3665/2021 tertanggal 5 Juli 2021 perihal kewajiban tamu dengan protokol kesehatan dan wajib test rapid antigen/swab test dan sertifikasi vaksin Covid-19.

Surat itu berisi sebagai upaya untuk mengurangi dan menekan penyebaran wabah/pandemic Covid-19 terutama di klaster perkantoran pemerintahan.

Baca juga: Satu Orang Terinfeksi Covid-19 Bisa Tulari 117.649 Orang

Masih dalam surat itu tertulis, bersama ini dengan hormat disampaikan bahwa mulai tanggal 5 Juli 2021, kami mewajibkan bagi seluruh tamu yang akan berkunjung ke Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas untuk dapat menunjukkan surat keterangan uji rapid antigen dengan hasil negative dan swab test dengan hasil dengan negative dengan masa berlaku 1 x 24 jam.

Baca juga: Dinas Kesehatan Papua Kebut Atasi Covid-19

Surat rapid antigen dan swab sejak tanggal tes dan menunjukan sertifikat/surat sudah divaksinasi Covid-19. Atau melakukan komunikasi lewat telepon/WhatsApp.

Terkait itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Robby Kayame ketika dikonfirmasi menjelaskan terkait edaran yang dikeluarkan lalu di tempel pada setiap pintu di ruangan kantornya itu, bertujuan untuk mengingatkan para tamu yang datang agar tetap taat akan protokol kesehatan.

Baca juga: Kurang Transparan, HMI dan GMNI Manokwari Minta Pengelolaan Anggaran Covid-19 Dibuka ke Publik

"Dalam rangka menjaga protokol kesehatan, juga untuk keselamatan kami di kantor maupun sekaligus menjadi contoh teladan, saya membatasi ruang gerak aktifitas tamu, agar sebelum bertemu dengan kami, wajib melakukan swab dan vaksin," kata Robby ketika dikonfirmasi Tribun-Papua.com melalui telepon selurunya, Kamis (8/7/2021).

Baca juga: Di Tengah Lonjakan Kasus, Ombudsman Papua Barat: Dana Covid-19 Ini Gelap

Menurut dia, selain diterapkan kepada para tamu dan pejabat, surat itu juga berlaku bagi masyarakat umum yang hendak menemui kepala dinas dan sekretaris.

"Virus corona itu tidak memandang siapa pun, entah pejabat ataupun masyarakat umum, oleh sebab itu dengan surat edaran yang kita terapkan ini, wajib hukumnya bagi siapa saja," tambah dia. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved