Breaking News:

Kejati Papua Barat: Ada Daerah Belum Terbuka Laporan Refocusing Dana Covid-19

Kejaksaan Tinggi Papua barat sebut sejumlah daerah di Papua Barat belum terbuka terkait pelaporan Refocusing Dana Covid-19

Penulis: Safwan Ashari Raharusun | Editor: Ridwan Abubakar Sangaji
Tribun-PapuaBarat.com/ Safwan
Asisten Intelijen (As Intel) Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Rudy Hartono 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kejaksaan Tinggi Papua Barat mengalami hambatan, saat mengakses laporan refocusing penggunaan anggaran Covid-19, di sejumlah daerah di Papua Barat.

Baca juga: Kepala BPKAD Mamberamo Raya Ditahan atas Dugaan Penyelewengan Dana Covid-19 Sejumlah Rp 3,1 Miliar

Asisten Intelijen (As Intel) Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Rudy Hartono, mengatakan pihaknya tetap melakukan monitoring anggaran covid-19 di Papua Barat.

Selama ini, kata Rudy, para Kasi Intel Kejaksaan Negeri, di masing-masing Kabupaten Kota, tetap melaporkan hasilnya secara berkala. 

Baca juga: Korupsi Dana Covid-19, Seorang Bupati di Papua Diperiksa Polisi

"Cuman memang ada kendala, mereka (Kasi Intel) memang susah untuk mengakses ke bagian keuangan di setiap Kabupaten Kota," ungkap Rudy, kepada TribunPapuaBarat.com, Kamis (8/7/2021). 

Baca juga: Korupsi Dana Covid-19 di Papua, Bupati dan Kepala Badan Keuangannya Terancam 20 Tahun Penjara

Sehingga, hingga saat ini pihaknya juga belum mendapatkan laporan dari masing-masing daerah di Papua Barat. 

"Kami tetap fokus untuk mengawal anggaran ini supaya turun langsung ke masyarakat," imbuh As Intel. 

Melihat kondisi tersebut, Rudy menyarankan agar setiap daerah, harus membuka anggaran tersebut.

“Hampir semua Kabupaten Kota di Papua Barat, masih sangat tertutup dalam melaporkan anggaran tersebut,” ucanya.

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved