Breaking News:

PENELITIAN

Balai Arkeologi Papua Lakukan Pelestarian Situs Megalitik Tutari Jayapura

Kawasan Situs Megalitik Tutari telah dilindungi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya, maka punya nilai penting dan bermanfaat

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Musa Abubar
Balai Arkeologi Papua for Tribun-Papua.com
Suasana batu berjejer di Bukit Tutari 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kawasan Situs Megalitik Tutari telah dilindungi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya, maka punya nilai penting dan bermanfaat bagi umat manusia.

Untuk itu Balai Arkeologi Papua telah melakukan upaya pelestarian Situs Megalitik Tutari, agar dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu panjang serta dapat diwariskan kepada generasi akan datang.

Hari Suroto selaku Peneliti dari Balai Arkeologi Papua, menyebut kini pihaknya berupaya mengembangkan Situs Megalitik Tutari.

Baca juga: Ketua Pemuda Saireri: Jangan PPKM saja, tapi Bandara dan Pelabuhan harus diperhatikan

"Usaha yang sudah dilakukan dalam melestarikan Situs Megalitik Tutari yaitu melakukan registrasi, konservasi batu-batu berlukis, membangun pagar atas situs, dan membuat papan informasi," kata Hari Suroto kepada Tribun-Papua.com di Jayapura, Senin (12/7/2021).

Dalam upaya pengembangan dan pemanfaatan, kata dia, perlu mengoptimalkan kinerja juru pelihara situs.

Baca juga: Situs Megalitik Doyo Lama, Pernah Jadi Hunian Suku Tutari

Selain itu, mengingat Situs Megalitik Tutari terletak di alam terbuka yang bersentuhan langsung dengan faktor cuaca, seperti hujan, angin, panas dan kelembaban serta kebakaran, hingga gangguan vandalisme pengunjung.

Menyikapi hal itu, kata dia, dikhawarirkan gambar motif yang ada di Situs Megalitik Tutari akan mengalami kerusakan, jika tak segera dikonservasi.

Maka lambat laun, menurut dia, kerusakannya akan semakin bertambah parah.

Bebatuan di Situs Megalitik Tutari di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura
Bebatuan di Situs Megalitik Tutari di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura (Balai Arkeologi Papua for Tribun-Papua.com)

Baca juga: Nasib Pedagang yang Tantang Petugas PPKM di Surabaya, Ditangkap Polisi dan Jadi Pelaku Provokasi

"Hal ini harus menjadi perhatian dari semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak terkait," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved