Breaking News:

Lukas Enembe Ingin Kursi Wagub Papua Segera Terisi, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Lukas Enembe memimpin rapat yang dihadiri partai koalisi di Jayapura, Senin (12/7/2021) untuk membahas kekosongan kursi wakil gubernur.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
(KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI)
Gubernur Papua Lukas Enembe - Lukas Enembe memimpin rapat yang dihadiri partai koalisi di Jayapura, Senin (12/7/2021) untuk membahas kekosongan kursi wakil gubernur. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Gubernur Papua Lukas Enembe memimpin rapat yang dihadiri partai koalisi di Jayapura, Senin (12/7/2021) untuk membahas kekosongan kursi wakil gubernur setelah Klemen Tinal meninggal di Jakarta pada 21 Mei 2021.

Lukas yang merupakan Ketua DPD Partai Demokrat Papua bertemu dengan partai politik pendukung pasangan Lukas Enembe-Klemen Tinal jilid II pada Pilkada 2018.

Dalam rapat tersebut, Lukas Enembe ingin kursi wakil gubernur segera terisi.

"Gubernur meminta proses ini jangan terlalu lama, intinya itu. Jadi kita dari Demokrat akan mengawal betul agar bisa lebih cepat. Intinya Pak Gubernur meminta harus ada wagub secepatnya," ujar Plt Sekretaris Umum DPD Partai Demokrat Papua Boy Markus Dawir usai rapat, Senin (12/7/2021).

Baca juga: Gubernur Lukas Enembe Hadiri Ratas hingga Pedagang Pasar Regional Youtefa Pilih Jualan di Luar

Menurut dia, dalam mengisi kekosongan jabatan wakil gubernur, ada dua undang-undang (UU) yang bisa digunakan, yaitu UU Nomor 10 Tahun 2016 dan UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang otonomi khusus (Otsus) di Tanah Papua.

Jika menggunakan UU Otsus, terang Boy, ada kemungkinan kekosongan kursi wakil gubernur akan dibiarkan hingga masa jabatan berakhir.

"Di UU ini (UU Otsus) pasal 17 ayat 3 memerintahkan bahwa jika wakil gubernur berhalangan tetap maka tidak ada pengisian jabatan sampai dengan masa jabatan selesai," kata dia.

Namun, ia memastikan Lukas menginginkan seorang pendamping yang bisa membantunya menjalankan tugas pemerintahan.

Baca juga: Ratas Partai Koalisi Papua Bangkit, Lukas Enembe Ingin Segera Dapat Pendamping

Baca juga: Ketua HKJM Papua Apresiasai Kembalinya Gubernur Lukas Enembe

"Gubernur menginginkan wakil gubernur harus bisa sejalan, gubernur ke kanan dia ke kanan," kata Boy.

Dengan banyaknya jumlah partai koalisi, yaitu sembilan partai, maka proses pemilihan sosok calon wakil gubernur akan ditentukan pada rapat berikutnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved