Breaking News:

PENELITIAN

Situs Megalitik Doyo Lama, Pernah Jadi Hunian Suku Tutari

Penelitian dari Balai Arkeologi Papua, di Kampung Doyo Lama, Danau Sentani Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua pernah ditinggali "Suku Tutari."

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Musa Abubar
Balai Arkeologi Papua for Tribun-Papua.com
Suasana batu berjejer di Bukit Tutari 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Berdasarkan hasil penelitian dari Balai Arkeologi Papua, di Kampung Doyo Lama, Danau Sentani Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua pernah ditinggali "Suku Tutari."

Dari kajian ilmiah dan cerita rakyat yang diterima Tribun-Papua.com Senin (12/7/2021), Suku Tutari pernah bermukim di kampung yang bernama "Tutari Yoku Tamaiyoku".

Di kampung itu masyarakat Tutari hidup makmur, tentram, dan damai, sebab memiliki dataran luas yang subur di bagian timur serta danau yang kaya akan sumber daya alam dan ikannya.

Baca juga: Pedagang Kaki Lima Kota Jayapura Keluhkan Dampak Penerapan PPKM

Dalam cerita tersebut, peninggalan budaya Suku Tutari berada di Bukit Tutari. Peninggalannya berupa kompleks batu tegak yang terletak di puncak bukit, dan dijadikan sebagai tempat musyawarah orang Tutari.

Konon, batu-batu yang berdiri merupakan simbol, dari tokoh-tokoh adat yang hadir dalam musyawarah itu.Sedangkan susunan batu yang berderet merupakan keberhasilan masyarakat Tutari saat perang melawan Suku Boroway.

Baca juga: Kontak Tembak Jarak Dekat dengan KKB, Ini Kondisi Briptu Kenny Karlos yang Terluka

Diketahui jumlah batu yang ada sesuai dengan jumlah korban yang jatuh.Selain itu, di antara bongkahan batu-batu yang berserakan terdapat beberapa buah batu yang berbentuk kepala burung.

Batu-batu tersebut dianggap sebagai makhluk gaib, yang diutus nenek moyang orang Doyo untuk memusnahkan orang Tutari.

Kemudian sebuah batu yang dalam posisi berdiri, dianggap sebagai panglima perang untuk memberi komando.

Namun dalam legenda orang Doyo, tidak menceritakan tentang lukisan-lukisan pada batu yang ada di Situs Tutari.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved