Breaking News:

SOSOK

Nurhayati Waroy, Berjualan Kue Demi Menyekolahkan Anak-Anak

Setiap pagi sekira pukul 04.00 WIT, Nurhayati Wairoi bersama dua anaknya sudah harus bangun menyiapkan jualanya, mulai dari roti goreng hingga bapao

Penulis: Nadila Larajina | Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Nadila Larajina
Nurhayati Waroy berusaha menjual kue untuk menyekolahkan anak-anaknya 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Nadila Larajina

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Setiap pagi sekira pukul 04.00 WIT, Nurhayati Waroy bersama dua anaknya sudah harus bangun menyiapkan jualanya, mulai dari roti goreng hingga kue bapao.

Sebagian warga di Kelurahan Abepantai, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua masih tidur, Nurhayati bersama putri pertama dan keduanya sudah sibuk menyiapkan adonan untuk roti goreng.

Bukan hanya roti goreng saja, mereka bertiga juga menyiapkan kue donat gula dan meses,bapao dan panada serta roti bercampur cokelat untuk dijual.

Baca juga: Gubernur Papua Diminta Batalkan Pelantikan Plt Sekda: Ilegal dan Melawan Negara

Jika matahari sudah menerangi Abepantai, Nurhayati keluar berkeliling mendagangkan sebagian roti goreng, donat dan bapau yang disiapkan sejak subuh itu di sekitar kawasan tersebut.

Roti goreng, donat, bapao dan panada lainnya lagi, dijual di depan rumah miliknya. Nurhayati mengisi roti goreng, donat dan bapau itu dalam box/kontainer CB 18. Sebagian jualan di rumah, dijaga oleh anak-anaknya.

Baca juga: Ada Apa, Polisi kembali olah TKP  Rumah Janda yang Tewas tanpa Busana di Argapura Jayapura

"Jam 4 pagi itu mama sudah bangun, bikin adonan untuk roti, donat dan bapau, terus goreng, nanti kalau sudah terang (pagi) baru keliling kompleks untuk jualan," kata perempuan berkulit cokelat itu.

Dia tak menggunakan kendaraan untuk berjualan, melainkan jalan kaki mengelilingi kompleks. Ia harus memegang box/kontainer berbahan plastik yang berisi dagangan itu ditangan kiri dan kanan lalu berjalan.

Baca juga: Kehadiran Penonton di PON XX Papua Belum Diputuskan, Menpora Sebut Keputusan Diambil pada September

Sebagian warga di Abepantai sudah menjadi langganan, sehingga tiap pagi mereka menunggu Nurhayati datang membawa kue-kue kesukaan mereka.

"Biasanya orang yang tinggal di bagian atas, depan kompleks tunggu, jadi mama harus keliling," ujar dia sembari tersenyum lebar.

Baca juga: Patuhi Himbauan BTM, Akses Keluar Masuk Kompleks di Jayapura akan di Tutup

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved