Breaking News:

EKONOMI

Nilai Ekspor Non Migas Papua Juni Capai 15,48 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua merilis Juni 2021 nilai ekspor non migas mencapai 15,48 persen

Penulis: Nandi Tio G Effendy | Editor: Musa Abubar
BPS Papua for Tribun-Papua.com
Kepala BPS Provinsi Papua Adriana H Carolina 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tyo Effendy

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua merilis Juni 2021 nilai ekspor non migas mencapai 15,48 persen

Nilai ekspor Papua pada Juni 2021 meningkat 15,48 Persen dibanding bulan sebelumnya.

Nilai ekspor tercatat US$ 389,43 juta. Bulan sebelumnya tercatat angka ekspor senilai US$ 337,23 juta.

Baca juga: UU Otsus Papua Jilid 2 Disahkan, 19 Pasal dalam UU Nomor 21 Tahun 2001 Diubah

"Sedangkan jika kami bandingkan dengan juni tahun lalu, ekspor Papua meningkat drastis 102,45 persen, dimana pada waktu tersebut tercatat angka ekspor senilai US$ 192,36 juta," kata Kepala BPS Provinsi Papua Adriana H Carolina.

Tribun-papua.com menerima informasi ini dari siaran langsung akun Youtube @Badan Pusat Statistik (BPS) Papua dengan tajuk Pers Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) - 15 Juli 2021.

Baca juga: 4 Cara Menyimpan Bayam Merah di Kulkas Agar Tetap Segar

Dilihat dari jenisnya, ekspor pada Juni 2021 terdiri sektor non migas.

Menurut Adriana, penyumbang terbesar ialah pada subsektor biji tembaga dan konsentrat yang mencapai nilai US$ 375,45 juta.

"Sedangkan ekspor kayu dan barang dari kayu senilai US$ 13,98 juta, dan tak terdapat ekspor non migas lainnya, seperti bulan sebelumnya," ujarnya.

Baca juga: Viral Video Ratusan Pedagang Protes Aturan PPKM, Ini Penjelasan Kepala Satpol PP Bandar Lampung

Pasar Asia menjadi tujuan utama eskpor, dari kawasan tersebut menyumbang ekspor dengan capaian nilai US$ 376,43 juta dan memberi pengaruh sebesar 96,6 Persen.

"Dimana Negara Jepang dengan nilai ekspor senilai US$ 201,18 juta menjadi yang tertinggi dengan menyumbang 51,66 persen total ekspor," katanya.

Baca juga: Tak Ditemui MRPB, Massa Aksi Tolak Otsus di Manokwari Ancam Kembali Turun Jalan

Setelah Negeri Sakura, peringkat kedua adalah Filipina senilai US$ 58,81 juta , dan Korea Selatan senilai US$ 57,82 juta.

"Disusul Negara China yang impor barang dari Papua bernilai ekspor US$ 57,63 juta , dan Negara Amerika pada Juni 2021 senilai US$ 13,00 juta," ujarnya.

Tidak terdapat eskpor ke negara tetangga Papua Nugini pada Juli 2021, dikarenakan masih ditutupnya akses di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Kota Jayapura.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved