Breaking News:

SOSOK

Kisah Arkeolog Hari Suroto, Menelusuri Jejak Manusia Purba di Danau Sentani Papua

"Penemuan yang paling berkesan dan menjadi tolok ukur bagi saya, ialah temuan Kapak Perunggu dari Dongson Vietnam di Danau Sentani," kata Hari Suroto.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
SOSOK - Hari Suroto (40) seorang arkeolog yang telah bertahun-tahun, menelusuri Danau Sentani di Kabupaten Jayapura Papua, guna mengungkap peninggalan pra-sejarah manusia purba. 

"Dari penemuan itu kita dapat mengetahui, masyarakat di Danau Sentani di masa lalu, punya kreativitas dan seni yang tinggi melalui corak khas gerabah, serta semangat gotong royong yang membumi" jelasnya.

Selama bertahun-tahun menjelajah Danau Sentani Papua untuk melakukan penelitian, Hari telah meneliti 7 situs prasejarah yang tersebar di Danau Sentani bagian barat.

Ketujuh situs tersebut ialah, Situs Megalitik Tutari, Warakho, Yomokho, Boby Uriyeng, Yope, Koning U Nibie, dan Ayauge.

SOSOK - Hari Suroto (40) seorang arkeolog yang telah bertahun-tahun, menelusuri Danau Sentani di Kabupaten Jayapura, Papua, guna mengungkap peninggalan pra-sejarah manusia purba.
SOSOK - Hari Suroto (40) seorang arkeolog yang telah bertahun-tahun, menelusuri Danau Sentani di Kabupaten Jayapura, Papua, guna mengungkap peninggalan pra-sejarah manusia purba. (Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara)

Dari ketujuh situs tersebut, Hari bersama tim penelitiannya telah menemukan gerabah, menhir, kapak batu, kapak perunggu, lumpang batu, dan bekas tiang rumah.

Benda-benda peninggalan pra sejarah tersebut, memiliki fungsi untuk menopang kebutuhan hidup komunitas masyarakat purba, di Danau Sentani.

Baru-baru ini Hari dan tim ekspedisi arkeologinya, telah menemukan Situs Khulutiyauw di Kampung Abar Distrik Ebungfau Sentani.

Proses penelitian berupa mengumpulkan objek-objek pra-sejarah di situs tersebut, masih berlangsung hingga saat ini.

Pria kelahiran Gunung Kidul 13 November 1980 itu, harus menempuh perjalanan naik turun bukit dan menyebarang danau, demi sampai ke situs pra-sejarah yang dituju.

"Sangat senang, bisa berjalan dan menaiki bukit, hingga tiba di puncak, dan dapat melihat pemandangan di bawahnya," katanya.

Hal itu menurut Hari, sesuatu yang patut disyukuri sebagai seorang Arkeolog, terlebih sebagai manusia ciptaan tuhan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved