Breaking News:

LAWAN COVID19

Palsukan Surat Rapid Antigen, Pemuda Ini Terancam 6 Tahun Bui

Adapun satu surat dihargai Rp100 ribu. Pelaku terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Editor: Paul Manahara Tambunan
Istimewa
Ilustrasi borgol. Kasus penggelapan barang perusahaan terjadi di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

TRIBUN-PAPUA.COM, MANOKWARI - Kepolisian Daerah Papua Barat menangkap seorang warga Manokwari inisial R (24) atas dugaan pemalsuan surat rapid antigen.

Pria tersebut ditangkap di Jalan Yos Sudarso, Pasar Sanggeng, Kelurahan Sanggeng, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari.

Direktur Reskrimum Polda Papua Barat Kombes Pol Ilham Saparona mengatakan pelaku ditangkap pada 2 Juli 2021.

"Tim kami memangkap pelaku atas pemalsuan surat rapid," kata Saparona melalui rilis yang diterima TribunPapuaBarat.com, Kamis (15/7/2021).

"Surat tersebut digunakan oleh pelaku perjalanan laut dari Kabupaten Manokwari dengan tujuan Teluk Wondama," ungkapnya.

Baca juga: Hendak Bertemu Kadinkes dan Sekdinkes Papua, Wajib Tunjukan Hasil Rapid Antigen dan Swab

Saparona mengatakan, R mengaku memalsukan surat rapid antigen karena ingin mencari keuntungan dan biaya hidup sehari-hari.

"Pelaku melakukan scan surat rapid, kemudian diedit dengan menggunakan laptop," katanya.

Tak hanya itu, pelaku juga memiliki cap stempel salah satu Laboratorium yang ada di Jalan Bandara Rendani, Manokwari.

"Memang sudah dimiliki oleh pelaku, dan suratnya ditanda tangani sendiri," ujarnya.

Saparona mengungkapkan, pelaku baru bekerja di salah satu jasa pengetikan sejak Mei 2021.

"Dia sudah memalsukan kurang lebih 10 surat, sasaran surat rapid tersebut mengatasnamakan salah satu laboratorium di Jalan Rendani," katanya.

Adapun satu surat dihargai Rp100 ribu.

"Total semenjak pelaku dalam memproduksi rapid palsu, keuntungannya kurang lebih satu juta," jelasnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 263 ayat (1) KUHP Junto Pasal 268 ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved