Breaking News:

KKB PAPUA

Pascaaksi KKB, Puncak Papua Belum Kondusif, Bupati Wandik Curhat: Mau Mengeluh Kemana

Bupati Kabupaten Puncak Willem Wandik, menilai aksi KKB cukup menyedihkan, ia megaku bingung mau mengeluh kemana, dengan kondisi negara saat ini.

Editor: Ridwan Abubakar Sangaji
Kominfo Kabupaten Puncak
Bupati Kabupate Puncak Willem Wandik 

“Siituasi keamanan seperti ini  menyebabkan semua harus dimulai dari NOL lagi,” jelasnya.

Wandik mencontohkan kerugian yang dialami pemerintah lantaran aksi KKB yakni pembakaran Eksavator bernilai milliaran Rupiah.

“Eksavator yang dibakar KKB harganya Rp.1,8 M, itu di Jayapura, sementara sampai di Ilaga Puncak, Rp.6 M,” cetusanya.

Kader PDIP Pejuangan Provinsi Papua ini pun meminta dukungan dan doa semua pihak agar masalah yang dihadapi Pemerinta Puncak cepat berlalu.

"Kita bisa keluar dari ketertinggalan, keterisolasian, kemahalan, jika kondisi di Puncak aman dan kondusif, Ini yang saya minta untuk semua yang berkepentingan di Puncak, "tuturnya.

Gangguan Keamanan

Penembakan terhadap dua tukang ojek terjadi di Kampung Amnunggi, Distrik Ilaga pada 26 September 2019.

Kedua korban tersebut bernama Sattiar Bahreini alis Midun (25 tahun) asal Sulawesi Selatan dan Laode Alwi asal Sulawesi Tenggara. 

Pihak kepolisian mengatakan bahwa penembakan ini dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Venny Murib.

Penembakan yang menewaskan dua orang guru di Distrik Beoga.

Pimpinan Kodap 3 Ndugama, Egianus Kogoya
Pimpinan Kodap 3 Ndugama, Egianus Kogoya (Istimewa)

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved