Breaking News:

KORUPSI

Polda Papua Dituntut Selesaikan Kasus Money Laundry Melibatkan Mantan Bupati Tolikara

Tuntutan tersebut datang dari masyarakat yang mengatasnamakan Spontanitas Mamberamo Raya Peduli Demokrasi.

Editor: Roy Ratumakin
Istimewa
Ilustrasi money laundry (pencucian uang). 

TRIBUN-PAPUA.COM: Kepolsian Daerah (Polda) Papua dituntut untuk segera menyelesaikan kasus dugaan money laundry (pencucian uang) yang melibatkan mantan Bupati Tolikara, JT.

JT merupakan mantan Bupati Tolikara periode 2006-2011.

Tuntutan tersebut datang dari masyarakat yang mengatasnamakan Spontanitas Mamberamo Raya Peduli Demokrasi.

Baca juga: Spontanitas Masyarakat Mamberamo Raya Peduli Demokrasi, Pertanyakan Kasus JT di Polda Papua

Robby Rumansara selaku Ketua Spontanitas Mamberamo Raya Peduli Demokrasi, mengatakan kasus pencucian uang sebesar Rp32,6 miliar oleh JT terkesan dibiarkan bahkan ditutup-tutupi.

Termasuk status JT sebagai tersangka berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/03/III/2013 Ditreskrimsus Polda Papua Tanggal 11 Maret 2013 tentang tindak Pidana korupsi dan TPPPU.

"JT sudah terbukti dan telah di rilis di Mapolda Papua," kata Rumansara kepada Tribun-Papua.com, Kamis (15/7/2021).

Dia juga mempertanyakan terkait SKCK yang di keluarkan Polda untuk melengkapi syarat admin pencalonan sebagai calon Bupati Mamberamo Raya.

Baca juga: Karier Gemilang Mantan Bupati Keerom yang Berakhir Jadi Tersangka Korupsi

Disamping itu, Rooby meminta kepada kepolisian untuk melakukan penyidikan terkait gaji Aparat Sipil Negara (ASN) yang masih diterima calon Wakil Bupati terpilih Kabupaten Mamberamo Raya EM.

"Dalam aturannya jelas, bahwa setiap warga Negara yang akan ikut mencalonkan diri sebagai Calon Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah dan Calon Anggota Legislatif sudah harus mengundurkan diri ASN jika statusnya ASN-nya," ujarnya.

Terkait persoalan ini, kata dia, pihaknya akan melaporkan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Kapolri dan KPK.

Sekadar diketahui, JT pernah ditahan oleh Polda Papua atas  dugaan kasus korupsi.

Penyidikan atas kasus dugaan korupsi dan pencucian uang ini sudah dilakukan sejak tahun 2013, berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/03/III/2013 Ditreskrimsus, tanggal 11 Maret 2013 tentang Tindak Pidana Korupsi dan TPPPU. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved