Breaking News:

Otsus Papua

Anton Felle : Evaluasi Otsus Jilid II Tak Libatkan Tokoh Masyarakat

Kepala Suku (Ondoafi) Kampung Yobe, Sentani, Kabupaten Jayapura Anton Felle mengatakan evaluasi otonomi khusus tak libat tokoh masyarakat

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Musa Abubar

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Kepala Suku (Ondoafi) Kampung Yobe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua Anton Felle mengatakan evaluasi otonomi khusus jilid II sama sekali tak melibatkan tokoh masyarakat

Anton juga menilai selama pemberlakuan otsus jilid I, tak berdampak pada masyarakat kecil terutama mereka yang tinggal di kampung-kampung.

Baca juga: Api Membara dari Malam sampai Pagi, 32 Rumah Dibakar Massa setelah Paskhas TNI AU Usir Orang Mabuk

Menurut Anton, secara khusus untuk masyarakat adat di kampungnya tak pernah tau namanya Otsus ataupun dana otsus.

"Saya sebagai tokoh masyarakat, tidak pernah tau soal Otsus atau dana Otsus itu, tak menyentuh masyarakat adat kami," kata Anton kepada Tribun-Papua.com di Sentani, Sabtu (17/7/2021).

Baca juga: Ramses Wally: Penetapan UU Otsus Jilid II Hanya Untuk Jakarta, Bukan Orang Papua

Lanjut dia, tak ada sosialisasi terkait undang-undang serta penyaluran dana otsus ke masyarakat Kampung Yobe.

Dia mengatakan andai saja dana otsus ini bisa menyentuh masyarakat adat secara khusus di Sentani secara khusus di Kampung Yobe jelas mengurangi masalah ekonomi masyarakat kecil di wilayah paling timur ini.

Baca juga: Dana Otsus Papua Dinaikkan, Mahfud MD: Pemerintah Pusat Pastikan Dampingi Pengelolaan

"Dana otsus itu terlalu besar untuk kasi makan masyarakat Papua, tapi sampai hari ini kenyataannya tak dirasakan masyarakat kecil," ujarnya.

Selama evaluasi UU Otsus jilid II, tambah Anton, tak ada pemberitahuan atau undangan dari pemerintah atau DPR Papua kepada tokoh masyarakat untuk ikut terlibat dalam mengevaluasi dana otsus.

Baca juga: Penetapan UU Otsus Papua Dinilai Hanya Untuk Kepentingan Jakarta

"Tidak ada sama sekali, semacam undangan yang dikasi kepada kami tokoh masyarakat, justru saya waktu itu dengar saja di radio, kalau ada evaluasi UU Otsus," tambah dia. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved