Breaking News:

Lawan Covid 19

Dalam Sepekan, Nakes di Papua Barat Gugur Akibat Covid-19, Termasuk dr Nidya Ayu Respati Ayomi

dr Nidya Ayu Respati Ayomi dievakuasi keluar dari Teluk Wondama, Papua Barat, sudah dalam kondisi sangat berat.

Penulis: Safwan Ashari Raharu | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun
Ilustrasi--Situasi masa pengetatan di Bandara Rendani Manokwari, Papua Barat, Rabu (19/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUA.COM, MANOKWARI - Ditengah tren kasus terkonfirmasi positif covid-19 meningkat di Provinsi  Barat, tiga tenaga kesehatan di daerah tersebut pun gugur (meninggal) akibat terpapar corona.

Juru Bicara Satuan Tugas (Jubir Satgas) Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr Arnold Tiniap, mengatakan dalam satu minggu, tiga tenaga kesehatan di Papua Barat meninggal.

“Salah satunya yakni seorang dokter asal Papua, dr Nidya Ayu Respati Ayomi, yang menghembuskan nafas terakhir pada pada Kamis, (15/7/2021),” kata Tiniap saat dihubungi TribunPapuaBarat.com, Sabtu (17/7/2021).

dr Nidya Ayu Respati Ayomi.
dr Nidya Ayu Respati Ayomi. (Istimewa)

Dikatakan, disaat Ayomi berjuang melawan covid-19 yang ada didalam tubuhnya, pihaknya sempat dihubungi oleh petugas di RSUD Wondama, untuk dievakuasi ke Manokwari.

"Karena statusnya covid-19, jadi transportasi tidak mengizinkan untuk bawah," ungkap Tiniap.

Akhirnya, mereka langsung mengantar dokter asal Papua ke Biak dengan mencarter pesawat.

"Mereka keluar untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik, tetapi terlambat," tuturnya.

Namun, Ayomi dievakuasi keluar dari Teluk Wondama, Papua Barat, sudah dalam kondisi sangat berat.

"Mereka kontak, saya bilang kalau dari Manokwari keluar Papua Barat bisa, tapi harus evakuasi dari Wondama," imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved