Breaking News:

Benda Purbakala

Arkeolog Papua Temukan Fosil Kayu Berumur 15 Juta Tahun di Perbukitan Kampung Abar Sentani

Fosil kayu tersebut didapati berada dalam posisi tergeletak, pada semak belukar, di ketinggian 162 Mdpl

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
TRIBUN-PAPUA.COM
ARKEOLOGI PAPUA - Tampak fosil pohon kayu, yang ditemukan di perbukitan sebelah barat Kampung Abar Sentani, dengan ketinggian 162 Mdpl oleh tim peneliti Balai Arkeologi Papua Sabtu (17/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Peneliti dari Balai Arkeologi Papua baru-baru ini, telah menemukan sebuah fosil kayu yang diperkirakan usianya, telah mencapai 15 juta tahun yang lalu.

Berdasarkan penelusuran Tribun-Papua.com bersama Tim peneliti dari Balai Arkeologi Papua Sabtu (17/7/2021), fosil kayu tersebut, ditemukan di perbukitan sebelah barat Kampung Abar Distrik Ebungfau, Kabupaten Jayapura Papua.

Fosil kayu tersebut didapati berada dalam posisi tergeletak, pada semak belukar, di ketinggian 162 Mdpl.

Balai Arkeologi Papua Temukan Situs Megalitik Khulutiyau di Kampung Abar Sentani

Saat ditemui Tribun-Papua.com Minggu (18/7/2021) Hari Suroto selaku arkeolog dari Balai Arkeologi Papua, mengatakan fosil pohon yang ditemukan tersebut, terbentuk dari proses geologis, selama bertahun-tahun.

"Untuk menjadi sebuah fosil, bagi benda hidup seperti pohon kayu, butuh proses yang lama, dan tanahnya harus stabil," jelasnya.

Kemudian Hari menjelaskan, selain itu, syarat agar suatu benda dapat menjadi fosil, ialah harus didukung dengan suhu dan PH yang stabil, tidak terkena
hujan, serta kondisi geologis yang mendukung.

Balai Arkeologi Papua Temukan Fosil Kerang Laut di Danau Emfote

Hari juga menyebutkan fosil kayu yang ditemukan di perbukitan Kampung Abar itu, diperkirakan berasal dari Zaman Pertengahan Miosen.

Terkait penemuan fosil kayu di perbukitan Kampung Abar ini, Hari juga mengkaitkannya dengan penemuan fosil karang laut, di Telaga Emfote (Danau Love).

"Korelasinya yaitu menjadi petunjuk kondisi lingkungan, saat proses geologis pembentukan Danau Sentani sejak masa lalu," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved