Breaking News:

Ekonomi Warga Perbatasan

Bangun Ekonomi Kampung, Satgas TNI Pos Mosso Ajak Warga Produksi Kripik

Kami sangat mendukung dan memotivasi agar masyarakat dapat kreatif, salah satunya mereka dapat menjual kripik buatan warga Papua di tempat umum

Penulis: Nandi Tio G Effendy | Editor: M Choiruman
TRIBUN-PAPUA.COM
KRIPIK KELADI - Komandan Pos TNI Mosso, Letda Inf Eri Hermawan memamerkan produk warga binaannya di Kampung Mosso berupa kripik keladi. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tio Effendy

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kampung Mosso yang terletak di perbatasan Papua Republik Indonesia dengan Negara Papua Nugini (PNG) masih sangat memerlukan perhatian pemberdayaan ekonomi.

Satgas TNI Pos Mosso mengajak para warga untuk lebih produktif dan kreatif, salah satunya lewat produksi kripik talas.

Bikers Jayapura Berikan Sembako untuk Perbaikan Gizi Warga di Perbatasan 

Wartawan Tribun-Papua.com berkesempatan mengunjungi markas Satgas TNI Pos Mosso pada Minggu (18/7/2021) Siang, tampak para personel TNI tengah memamerkan hasil karya mereka kepada para pengunjung.

Komandan Pos TNI Mosso Letda Inf Eri Hermawan mengatakan niatnya untuk mengenalkan kripik buatan satuannya kepada warga untuk nantinya dapat diproduksi masyarakat sekitar wilayah tugasnya.

"Kami sangat mendukung dan memotivasi agar masyarakat dapat kreatif, salah satunya mereka dapat menjual kripik buatan warga Papua di tempat umum," ujar Pria asal Payakumbuh, Sumatera Selatan.

TNI AL Perlu Waktu 10 Hari Renovasi Rumah Juru Parkir Orangtua Peraih Adhi Makayasa

Eri Hermawan menjelaskan langkah satuannya mengenalkan masyarakat akan kripik keladi, dengan pelatihan mulai cara memilih bahan yang baik serta proses pembuatan kripik dengan beraneka rasa.

"Program ini sudah satu bulan kami jalankan, warga sudah dapat mandiri membuat kripik keladi dan menjual ke warung-warung sekitar," ucap pria yang baru dua bulan ditempatkan di Kampung Mosso.

Eri Hermawan mengenalkan produk ciptaannya bersama masyarakat yakni Bramoss, singkatan dari Braja Mosso, kripiknya memiliki rasa balado, dan ia dijual dalam kemasan plastik sedang seharga Rp 10 ribu.

Bapa John, 15 Tahun Pegang Kunci Gerbang Batas RI-PNG di PLBN Skouw

Sebelum kripik keladi, pihaknya juga telah mengajari warga membuat tanaman hias, yakni Bonsai Kelapa yang ia kenalkan kepada warga untuk melatih kreatifitas para warga.

Satgas TNI Pos Mosso juga memberikan kripik talas, atau yang lebih dikenal warga lokal bernama keladi kepada para tamu di markas yang berada di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Irfan Tahir, seorang pengunjung berkesempatan mencicipi kripik buatan warga binaan Satgas TNI Pos Mosso. Menurutnya rasanya enak dan cukup berbeda dengan kripik keladi yang selama ini beredar di Kota Jayapura.

"Dengan harga Rp 10 ribu saya bisa dapat kripik keladi begini ya sangat memuaskan, kalau berkunjung ke perbatasan pasti saya mampir beli lagi," tutup pria yang berdomisili di bilangan Dok 9. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved