Breaking News:

PON XX Papua

Kasus Covid-19 Masih Tinggi Jelang PON XX Papua, Saran Benhur Tomi: Tutup Akses Masuk di Jayapura

Wali Kota Jayapura Banhur Tomi Mano (BTM) berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua secepatnya melakukan penutupan akses masuk ke Papua jelang PON.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
(TribunPapua.com/Musa Abubar)
Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano 

TRIBUN-PAPUA.COM - Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano (BTM) berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua secepatnya melakukan penutupan akses masuk ke Papua khususnya di pelabuhan dan bandara.

Hal ini menurutnya untuk membuat Kota Jayapura aman saat Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua digelar.

Diketahui, PON XX tinggal 77 hari lagi, namun hingga kini kasus Covid-19 di Papua semakin hari semakin tinggi.

Apalagi Kota Jayapura masuk dalam zona merah dengan kasus paling tinggi penyebaran Covid-19.

Untuk itu, Banhur Tomi Mano  meminta Pemprov Papua melakukan penutupan akses masuk ke Papua.

Baca juga: Tim Sepakbola PON Papua Kembali Taklukkan Tim PON Sulut 2-0 di Stadion Klabat Manado

Mengapa? Menurut BTM sapaan akrabnya, 75 persen masyarakat yang masuk ke Kota Jayapura terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal ini menyebabkan, angka kasus di Kota Jayapura meningkat tajam.

“Kota Jayapura merupakan salah satu klaster PON XX, kalau akses masuk tidak ditutup dari sekarang, bisa-bisa PON XX tidak dilaksanakan,” kata BTM kepada Tribun-Papua.com melalui sambungan telepon selularnya, Sabtu (17/7/2021).

Dikatakan, pertandingan PON XX sudah digelar pada September mendatang, dan para petinggi KONI dan PB PON Pusat sudah berdatangan pada Agustus nanti.

“Nah, saya dengar wacana akan ditutup (pelabuhan dan bandara) pada Agustus nanti. Itu telat, seharusnya dari sekarang, agar meminimalisir orang masuk lagi ke sini (Kota Jayapura),” ujarnya.

Kenapa harus saat ini ditutup (bandata dan pelabuhan), agar angka Covid-19 bisa diturunkan, sehingga pada Agustus hingga September, sudah tidak mengganggu lagi pelaksanaan PON nantinya.

“Harapan saya, PON ini bisa ditonton oleh masyarakat. Kalau mau ada penonton, salah satu cara adalah menutup akses masuk untuk sementara waktu. Tugas kita adalah melakukan tracing, dan pengawasan terhadap masyarakat saat ini,” pungkasnya.

“Pengobatan kepada pasien yang sudah terkonfirmasi lebih terfokus dan penertiban penerapan prokes kita perketat. Saya yakin dan percaya, angka covid-19 akan turun kalau kita sama-sama bekerja untuk menurunkan angka (covid-19) tersebut,” pungkas orang nomor satu di Kota Jayapura tersebut. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved