Breaking News:

LAWAN COVID 19

Kota Jayapura dan Boven Digoel Masuk kategori PPKM Darurat di Indonesia

Kota Jayapura dan Kabupaten Boven Digoel menjadi dua daerah di Provinsi Papua yang masuk dalam kategori PPKM Darurat.

Editor: Ridwan Abubakar Sangaji
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
PON XX 2021 - Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano akan menjadikan air mineral Nanwangi sebagai air minum yang wajib disediakan, saat PON XX 2021 di Kota Jayapura, hal itu dikatakan saat pertemuan koordinasi antara Bidang-bidang Sub Panitia Besar (PB) PON XX Kota Jayapura, dan Bidang-bidang PB PON XX Papua Rabu (23/6/2021) di Hotel Horizon, Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Kota Jayapura dan Kabupaten Boven Digoel menjadi dua daerah di Provinsi Papua yang masuk dalam kategori PPKM Darurat.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano kepada Tribun-Papua.com melalui sambungan telepon selularnya, Sabtu (17/7/2021).

Baca juga: Kerusuhan Dogiyai Dinilai Akibat Arogansi Aparat Keamanan

Kata Tomi Mano meski pemberlakukan PPKM Darurat, namun aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan waktu yang ditentukan.

“Kebijakan PPKM Darurat itu aktitivitas terhenti pukul 17.00, namun Kota Jayapura tetap pukul 20.00 WIT,” ucapnya.

Baca juga: Pengurus Minta SBY dan AHY Ganti Plt Sekretaris DPD Demokrat Provinsi Papua

Alasana tidak mengikuti Kebijakan PPKM Darurat itu, Kata Tomi Mano, dirinya lebih memepntingkan kebutuhan masyarakat.

“Saya tidak mau membebankan masyarakat yang mencari nafkah bagi keluarganya. Saya ingin kita terus berkembang, namun taat dengan prokes (protokol kesehatan) yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Baca juga: Inilah Tiga Nama yang Terancam Dipinjamkan setelah Kehadirian Boaz di Borneo FC

Disinggung soal upaya Pemkot Kota Jayapura meminta Pemprov Papua menurut akses masuk ke Kota Jayapura yaitu penutupan bandara dan pelabuhan, kata BTM, pihaknya masih menunggu jawaban dari Pemprov Papua.

“Sampai sekarang kami masih menunggu. Kami berharap secepatnya dapat diberlakukan. Kenapa? Ini untuk menekan laju masuknya orang pembawa virus ke Kota Jayapura,” tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved