Breaking News:

Kerusuhan Dogiyai

Polisi Olah TKP Pascakerusuhan Dogiyai

Satuan Reseres Kriminal Polres Nabire menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP), kasus pembakaran, Sabtu (17/8/2021) kemarin.

Istimewah
Aparat kepolisian saat memasang garis police line di salah satu lokasi gedung yang dibakar sekelompk orang di Dogiyai 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Satuan Reseres Kriminal Polres Nabire menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP), kasus pembakaran, Sabtu (17/8/2021) kemarin, pascakerusuhan di Kabupaten Dogiyai.

Wakapolres Nabire Kompol Samuel D Tatiratu,S.I.K. menjelaskan oleh TKP dipimpin KBO Sat Reskrim Polres Nabire Iptu Suparmin dengan melibatkan 9 personil.

“Hasil olah TKP akan dibawa untuk dijadikan barang bukti,” ucapnya.

Baca juga: Kerusuhan Dogiyai Dinilai Akibat Arogansi Aparat Keamanan

Ia pun menjelaskan ada 32 bangun rumah dan kiso milik warga yang dibakar sekelompok orang.

Namun pihaknya belum bisa menyimpulkan besaran kerugian yang dialami para korban.

“Kami masih mendata para korban untuk kerugian akibat kejadian ini,” ujarnya.

Baca juga: Pengurus Minta SBY dan AHY Ganti Plt Sekretaris DPD Demokrat Provinsi Papua

Selain melakukan olah TKP, mantan Kabag Ops Polres Lanny Jaya ini pun mengatakan pihaknya telah meningkatkan patrol.

“Pasca kejadian ini, kami dari Polres Nabire tingkatkan patrol guna mencegah terjadinya aksi susulan,” ucapnya,

Ia pun belum bisa menduga motif dari aksi itu.

Baca juga: Secercah Cerita Dokter Asal Papua, Gugur saat Berjuang Melawan Covid-19 dengan Kondisi Hamil

“Kami masih dalami, dugaan ada unsur lain dari penyerangan itu, padahal kasus itu hanya berawal teguran kecil rekan kami,” bebernya.

aparat gabungan saat menggelar patroli pascakerusuhan di Dogiyai
aparat gabungan saat menggelar patroli pascakerusuhan di Dogiyai (Istimewah)

Diketahui pengerusakan dan pembakaran tersebut terjadi pada hari Kamis tanggal 15 Juli 2021 Pukul 17.08 Wit yang mengakibatkan puluhan bangunan milik masyarakat terbakar.

Pasca kejadian,situasi di Kabupaten Dogiyai aman dan kondusif.

Baca juga: 58.971 hektare Ekosistem Mangrove di Papua Rusak Parah

Namun masyarakat non Lokal memilih berlindung di kantor aparat keamanan setempat.

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved